Yayasan Didit Bantah Tuduhan Kooptasi Politik di Artjog

4 hours ago 7

KETERLIBATAN anak Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo, mendanai pameran seni Artjog menuai protes berbagai kalangan. Seniman yang mengkritik Artjog mengalami kekerasan oleh petugas keamanan dan serangan digital. Tak hanya protes, pelibatan Didit Hediprasetyo Foundation, yayasan yang didirikan Didit Hediprasetyo berimbas pada batalnya kerjasama sejumlah mitra dan seniman kolektif.

Sebagian yang membatalkan menuding keterlibatan yayasan Didit sebagai art washing atau praktek manipulasi citra menggunakan medium seni. Ada juga yang menuduh pendanaan itu bagian dari kooptasi politik terhadap seni. Nama sponsor sebagai mitra strategis itu sempat muncul dalam poster yang tersebar luas di media sosial.

Semula panitia Artjog menjadwalkan Didit membuka acara. Poster itu menghilang sehari sebelum pembukaan karena derasnya protes publik. Didit batal datang saat pembukaan di Jogja National Museum pada Jumat, 19 Juni 2026.

Direktur Artjog Heri Pemad mengakui yayasan Didit memberi dukungan finansial. Yayasan itu menurut dia bukan satu-satunya pendukung Artjog. Tim komunikasi Didit Hediprasetyo Foundation, Boedi Basoeki, menjawab permintaan wawancara Tempo. Boedi mengirimkan jawaban tertulis kepada pada Selasa, 23 Juni 2026, setelah mempelajari pertanyaan dan menyampaikannya kepada Didit.

Bagaimana awal mula kerjasama atau keterlibatan Didit Hediprasetyo Foundation atau DHF dalam Artjog 2026?

Belum lama ini kami dihubungi oleh pihak penyelenggara untuk mendukung penyelenggaraan Artjog 2026.

Apa bentuk dukungan DHF?

Keterlibatan DHF terbatas pada tahap undangan dukungan sponsorship dalam bentuk pembelian tiket Artjog 2026, sesuai skema kerja sama yang ditawarkan penyelenggara.

Apa tujuannya?

Kami menyetujui dukungan ini agar ruang-ruang kreatif seperti Artjog dapat terus berkembang dan menjangkau publik yang lebih luas.

Kami mendengar informasi bahwa Didit menanam saham dan terhubung dengan perusahaan penyelenggara Artjog, PT Artjog Matra Nusantara. Apakah benar?

Tidak ada kepemilikan saham pada perusahaan tersebut. Dukungan yang diberikan dalam kerangka sponsorship dan tidak terkait dengan kepemilikan saham perusahaan maupun pengambilan keputusan dalam pengelolaan Artjog dari pendiri Didit Hediprasetyo Foundation.

Berapa jumlah pendanaan DHF untuk Artjog?

Sebagai komitmen DHF terhadap pengembangan seni dan budaya, pembelian tiket Artjog tersebut rencananya akan kami salurkan kepada mitra dan jejaring kami agar karya para seniman dapat dinikmati publik yang lebih luas. Adapun terkait rincian nilai dukungan, kami menghormati kesepakatan serta mekanisme yang berlaku dalam kerja sama tersebut.

Apakah DHF memberikan persyaratan khusus kepada tim Artjog untuk pendanaan tersebut?

Tidak ada persyaratan khusus dari DHF untuk Artjog. Niat kami ingin mendukung perkembangan seni dan budaya di Yogyakarta dengan memperluas audiens Artjog melalui pemasaran tiket.

Munculnya nama Didit mensponsori Artjog memicu perdebatan publik. Apa tanggapan anda?

Kami menghargai beragam pandangan yang muncul dari seniman maupun publik. Kritik dan perbedaan pendapat adalah bagian penting dari ekosistem seni yang sehat. Kami mendengarkan masukan yang ada dengan terbuka, dan berharap diskusi ini dapat tetap berjalan secara sehat dan proporsional.

Panitia Artjog menghapus nama Didit dan DHF dalam poster sehari sebelum pembukaan acara. Apa tanggapan anda?

Sebagai wujud penghormatan terhadap ragam pandangan yang berkembang dari beberapa pihak, kami memutuskan untuk menanggalkan logo dari materi publikasi Artjog, tanpa mengubah komitmen dukungan kami.

Sejumlah seniman menuduh keterlibatan DHF sebagai bagian dari art washing melalui kesenian. Bagaimana tanggapan anda?

Keterlibatan DHF dalam Artjog berangkat dari fokus yayasan pada pengembangan budaya, pendidikan, dan industri kreatif. Dukungan yang diberikan ditujukan untuk membantu penyelenggaraan festival serta mendukung keberlangsungan ekosistem seni dan menghargai kebebasan berkarya.

Bagaimana anda menanggapi tuduhan kooptasi politik melalui pendanaan itu?

Kerja sama ini terbentuk atas permintaan dukungan dari penyelenggara Artjog karena mereka melihat kami memiliki kesamaan visi dan perhatian terhadap ekosistem seni dan budaya. Peran kami terbatas pada dukungan finansial, tanpa menyentuh ranah kuratorial: seleksi seniman, narasi pameran, hingga keputusan akhir tampilan karya sepenuhnya menjadi kewenangan tim kurator.

Dukungan DHF berangkat dari niat untuk mendukung ruang seni dan budaya, tanpa intervensi terhadap arah artistik, kuratorial, maupun independensi Artjog.

Bagaimana anda menjelaskan tentang independensi itu?

Kami percaya bahwa mendukung seni berarti turut menjaga ruang tempat gagasan, kreativitas, bahkan kritik dapat tumbuh. Kami percaya ekosistem seni yang sehat lahir dari kolaborasi dan semangat gotong-royong yang tetap menghormati batas, peran dan independensi masing-masing pihak.

Read Entire Article
Parenting |