5 Alasan Tidak Harus Membeli Baju Baru untuk Lebaran

6 days ago 5

TEMPO.CO, Jakarta - Selain identik dengan kue kering dan opor ayam, lebaran juga identik dengan tradisi membeli baju baru. Banyak orang berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan atau berburu diskon demi mendapatkan pakaian baru untuk merayakan lebaran. Namun, benarkah membeli baju baru saat lebaran adalah sebuah keharusan?

Padahal, esensi Idul Fitri bukanlah tentang pakaian baru, melainkan tentang kembali ke fitrah, mempererat silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan. Selain itu, ada banyak alasan mengapa membeli baju baru untuk lebaran sebenarnya bukan sesuatu yang wajib. Mulai dari alasan finansial, lingkungan, hingga makna sebenarnya dari perayaan lebaran itu sendiri.

Alasan Tidak Harus Beli Baju Baru saat Lebaran

1. Baju Lama Masih Bagus dan Layak Pakai

Sering kali kita masih memiliki banyak pakaian bagus yang jarang dipakai. Dari pada membeli yang baru, coba eksplorasi kembali koleksi di lemari dan lakukan mix and match untuk tampilan yang lebih fresh.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Jika punya keterampilan menjahit atau mengenal penjahit, pakaian lama bisa dimodifikasi agar terlihat lebih modern, seperti mengganti kancing, menambahkan bordir, atau memotong bagian tertentu.

2. Menghemat Biaya

Membeli baju baru untuk lebaran memang menyenangkan, tetapi sering kali bisa menjadi pengeluaran yang cukup besar, terutama jika harus membeli untuk seluruh anggota keluarga. 

Dengan tidak membeli baju baru, Anda bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan dan mengalokasikan dana untuk hal-hal yang lebih penting, seperti biaya mudik, zakat, THR, dana darurat, dan lain sebagainya. 

3. Menjaga Lingkungan

Tidak membeli baju baru lebaran merupakan sebuah kontribusi yang baik untuk menjaga lingkungan. 

Mengutip dari Money Talks News, sikap over konsumsi dengan sering membeli baju baru berdampak pada peningkatan limbah tekstil yang mencemari lingkungan. Setiap tahun, jutaan ton pakaian bekas berakhir di tempat pembuangan sampah. Banyak di antaranya terbuat dari bahan sintetis yang sulit terurai, sehingga mencemari lingkungan dalam jangka panjang.

4. Memaknai Esensi Lebaran Lebih Dalam

Lebaran bukanlah tentang seberapa baru pakaian yang kita kenakan, melainkan tentang bagaimana kita kembali ke fitrah, memperbaiki hubungan, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Islam sendiri menganjurkan untuk mengenakan ‘pakaian terbaik, bukan terbaru’ untuk merayakan lebaran, terpenting adalah bersih dan layak dikenakan.

5. Terlalu Banyak Baju Membuat Stres

Mengutip dari laman If Then Well, pakaian yang sedikit bisa mengurangi stres karena tidak memiliki banyak pilihan, sehingga proses pengambilan keputusan dalam memilih baju jadi lebih cepat dan meningkatkan percaya diri Anda. Dengan baju yang lebih sedikit, Anda cenderung akan merasa puas dengan apa yang dikenakan.

Baju baru mungkin memberikan rasa senang sesaat, tetapi kebahagiaan sejati berasal dari hati yang damai, hubungan yang baik dengan orang lain, dan rasa syukur atas apa yang dimiliki. Jadi, daripada sibuk mencari baju baru, lebih baik fokus pada memperbaiki diri, meminta maaf, memaafkan, dan merayakan lebaran dengan penuh makna.

Read Entire Article
Parenting |