Alasan Anak Masih Takut ke Dokter Gigi

5 hours ago 6

DOKTER Gigi Milad Shadrooh mengatakan dokter masih tempat yang menakutkan bagi anak. “Bagi banyak orang, kunjungan ke dokter gigi masih terasa menakutkan yang sering kali berawal dari persepsi terhadap kesehatan," kata pria yang memiliki julukan The Singing Dentist dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 10 April 2026.

Hellosehat menyebutkan bahwa ada beberapa alasan seseorang takut ke dokter gigi. Berikut adalah beberapa di antaranya. Pertama adalah trauma. Tidak jarang saat pengalaman pertama kali ke dokter gigi anak meninggalkan rasa sakit, anak-anak mungkin menjadi ketakutan untuk pemeriksaan selanjutnya. Kedua ucapan orang tua. Anda membujuk anak kecil dengan kalimat, “Jangan makan manis, nanti dimarahin dokter gigi' Kalimat semacam ini bisa membuat anak-anak menganggap dokter gigi sebagai sosok yang jahat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketakutan selanjutnya juga bisa datang dari bayangan alat-alat kedokteran. Anak Anda mungkin pernah melihat foto atau menyaksikan video yang menunjukkan peralatan dokter gigi yang membuatnya ketakutan. Kesehatan gigi yang buruk juga bisa menjadi alasan lain anak enggan ke dokter gigi. 'Anak-anak dengan kondisi gigi yang buruk sering kali lebih susah dibujuk ke dokter gigi karena sadar bahwa mereka akan mendapatkan perawatan yang mungkin menyakitkan.

Trauma. Ketika pengalaman pertama kali ke dokter gigi anak meninggalkan rasa sakit, anak-anak mungkin menjadi ketakutan untuk pemeriksaan selanjutnya.
Ucapan orang tua. Pernahkah Anda membujuk anak kecil dengan kalimat, “Jangan makan manis, nanti dimarahin dokter gigi!”? Kalimat semacam ini bisa membuat anak-anak menganggap dokter gigi sebagai sosok yang jahat.

Bayangan alat-alat kedokteran. Anak Anda mungkin pernah melihat foto atau menyaksikan video yang menunjukkan peralatan dokter gigi yang membuatnya ketakutan. Kesehatan gigi yang buruk. Anak-anak dengan kondisi gigi yang buruk sering kali lebih susah dibujuk ke dokter gigi karena sadar bahwa mereka akan mendapatkan perawatan yang mungkin menyakitkan.

Milad mengatakan dengan pendekatan yang lebih menarik, humanis, dan mudah dipahami, cara pandang masyarakat terhadap perawatan gigi dapat berubah. Dokter gigi berperan penting dalam edukasi kesehatan gigi. Di era digital, penyampaian yang menarik menjadi kunci agar pesan berbasis ilmiah lebih mudah dipahami dan menjangkau lebih banyak orang.

Milad pun mengajak para dokter gigi untuk bisa belajar membangun soal komunikasi yang menarik di TeethTalk Academy. "Kami ingin membantu para dokter gigi dan pegiat kesehatan gigi membangun komunikasi yang lebih engaging, sehingga dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mengurangi kecemasan masyarakat untuk berkunjung ke dokter gigi,” kata Milad.

Sebelumnya, TeethTalk Academy adalah sebuah program pelatihan media sosial yang dirancang untuk membantu dokter gigi dan pegiat kesehatan gigi menyampaikan edukasi secara lebih relevan di era digital. Harapannya bisa mendorong lahirnya generasi dentfluencer yang kredibel sekaligus komunikatif. "TeethTalk Academy bisa membantu lebih banyak profesional kesehatan gigi membangun koneksi. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga berpotensi secara global,” katanya Milad.

Ia berharap program tersebut bisa meningkatkan kesadaran sekaligus mengurangi kecemasan masyarakat untuk berkunjung ke dokter gigi.

Senior Global Brand Director Oral Care Unilever, Madhurjya Banerjee, mengatakan dokter gigi berperan penting dalam edukasi kesehatan gigi. Di era digital, penyampaian yang menarik menjadi kunci agar pesan berbasis ilmiah lebih mudah dipahami dan menjangkau lebih banyak orang. "Melalui TeethTalk Academy, kami ingin membantu para dokter gigi dan pegiat kesehatan gigi membangun komunikasi yang lebih engaging, sehingga dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mengurangi kecemasan masyarakat untuk berkunjung ke dokter gigi,” katanya.

Read Entire Article
Parenting |