DANANTARA Investment Management (DIM) memulai pembangunan fasilitas proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar. Grounbreaking proyek ini dilakukan pada Rabu, 8 Juli 2026.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani optimistis proyek ini akan bisa diselesaikan pada akhir tahun 2027. Hal itu karena mitra yang dipilih, memiliki rekam jejak dan teknologi yang telah teruji.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Teknologi yang digunakan telah diterapkan di lebih dari 50 negara dan mampu mengolah berbagai jenis sampah, baik sampah baru maupun timbunan sampah lama,” sebutnya.
Rosan menyebut telah meninjau sejumlah fasilitas pengolahan sampah serupa di Cina, Jepang, dan beberapa negara lain. Dia menyaksikan, fasilitas yang dibangun dapat beroperasi tanpa menimbulkan bau maupun gangguan bagi masyarakat sekitar.
Keberadaan PSEL di Denpasar diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini membebani Bali. Selain itu, memperbaiki aspek lingkungan, kesehatan, keselamatan, serta tata kelola pengelolaan sampah.
Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir menuturkan, proyek senilai Rp 3 triliun ini diperkirakan akan menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau, serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80 persen.
Fasilitas yang dibangun dengan mengacu pada standar lingkungan European Industrial Emissions Directive (EU IED). Selain dirancang untuk menyelesaikan persoalan sampah, proyek itu juga dapat menghasilkan energi bersih.
“Diproyeksikan dapat menekan emisi dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton CO2 per tahun,” kata Pandu.
Tenaga listrik yang dihasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 100 ribu rumah tangga di Bali.Adapun kapasitas pengolahan sampah mencapai lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau setara lebih dari 40 persen total timbunan sampah di Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster berharap, proyek ini bisa selesai pada Oktober 2027. “Pengembang sempat menjanjikan proyek ini bisa rampung lebih cepat, yakni selama 15 bulan. Saya berharap bisa beroperasi di bulan Desember,” sebutnya.
Jika hal itu bisa tercapai, maka masalah sampah di Bali yang menjadi tantangan kepariwisataan Bali, bisa selesai tuntas di tangan Presiden Prabowo Subianto. .
Koster mengungkapkan, persiapan pembangunan sampai tahap groundbreaking di lahan yang sebelumnya milik PT Pelindo itu telah berjalan dengan baik. Penyediaan lahan dilakukan oleh Pemkot Denpasar, sedang proses pematangan lahan dibiayai oleh Pemkab Badung dan menghabiskan dana sebesar Rp 35 miliar.
Proses pematangan berhasil lebih cepat selesai sebelum target pada 30 Juni 2026. Sejumlah upacara ritual adat dilakukan untuk mempermudah proses pembangunan PSEL di Kabupaten Badung tersebut.















































