Celavive 2.0 Hadir dengan InCelligence Technology, Fokus pada Nutrisi untuk Sel Kulit

2 hours ago 1

CANTIKA.COMJakarta - Tren skincare terus berkembang. Konsumen kini tak hanya mencari produk dengan klaim hasil instan, tetapi juga semakin kritis terhadap kandungan, teknologi, hingga keamanan produk yang digunakan dalam rutinitas perawatan kulit.

Menjawab perubahan tersebut, USANA Health Sciences Indonesia menghadirkan Celavive 2.0, rangkaian skincare yang mengusung pendekatan berbeda dengan menempatkan kebutuhan sel sebagai bagian penting dalam perawatan kulit.

Menurut Roni Fahroni, Senior Manager Market Development & Marketing PT USANA Health Sciences Indonesia, salah satu pembeda utama Celavive 2.0 bukan sekadar pada daftar bahan aktif yang digunakan, melainkan teknologi yang memungkinkan kandungan tersebut bekerja lebih optimal.

Roni menjelaskan, sejumlah bahan yang terdapat dalam Celavive 2.0 sebenarnya juga telah digunakan pada generasi sebelumnya, Celavive 1.0. Namun, generasi terbaru ini mendapatkan peningkatan melalui teknologi yang disebut InCelligence Technology.

“InCelligence Technology itu konsepnya adalah cell signaling. Dia mengaktifkan sel kulit di dalam tubuh kita. Itu yang membuat kulit bisa bereaksi maksimal dengan ingredients yang kita miliki,” jelas Roni.

Konsep cell signaling yang diusung Celavive 2.0 berkaitan dengan proses pembaruan dan regenerasi sel. Menurut Roni, teknologi tersebut menjadi salah satu pembeda Celavive karena dikembangkan dan dipatenkan oleh para ilmuwan USANA. “Yang menjadi pembeda adalah kami memiliki studi klinis yang cukup panjang dengan Intelligent Technology tadi. Pemilik patennya adalah saintis dari USANA sendiri,” tambahnya.

Pendekatan tersebut membuat Celavive 2.0 tidak sekadar berbicara mengenai satu kandungan tertentu sebagai hero ingredient, tetapi mengenai bagaimana teknologi yang digunakan dapat mendukung respons sel terhadap berbagai nutrisi yang diberikan melalui produk skincare.

Empat Produk Cellavive 2.0 Diluncurkan di Indonesia

Menandai 10 tahun perjalanan USANA di Indonesia, Celavive hadir dengan inovasi formula yang dikembangkan melalui Cellular Science pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di Jakarta/Foto: Doc. USANA

Untuk tahap awal peluncuran di Indonesia pada 8 Agustus, USANA memperkenalkan empat produk Cellavive 2.0, yakni cleanser, toner, serum, dan contour. Rangkaian tersebut kemudian akan diperluas dengan tiga produk tambahan yang dijadwalkan hadir pada 2 September. Dengan demikian, USANA menargetkan tujuh varian Cellavive 2.0 tersedia di Indonesia hingga akhir 2026.

Kehadiran rangkaian tersebut sekaligus memberikan pilihan perawatan yang lebih lengkap bagi konsumen yang ingin membangun rutinitas skincare berbasis pendekatan nutrisi sel.

Menariknya, Celavive 2.0 tidak secara khusus membagi produknya berdasarkan kategori kulit seperti kulit kering, berminyak, atau kombinasi. Roni mengatakan pendekatan USANA justru berangkat dari kebutuhan sel kulit terhadap nutrisi. “USANA tidak melihat jenis kulitnya. Kita semua memiliki sel dan pasti membutuhkan nutrisi. Nutrisi itulah yang kami berikan melalui produk Cellavive,” tuturnya.

Pendekatan ini juga menjadi bagian dari edukasi yang ingin dibangun USANA kepada konsumen, yakni melihat kesehatan kulit bukan hanya berdasarkan jenis kulit, tetapi juga kebutuhan nutrisi sel.

Berdasarkan survei konsumen yang dilakukan USANA, kulit kering menjadi salah satu permasalahan yang paling banyak ditemukan. Namun, menurut Roni, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat produk hanya ditujukan untuk pemilik kulit kering. “Ini adalah nutrisi untuk sel, artinya semua membutuhkan,” ujarnya.

Konsumen Semakin Kritis terhadap Skincare

Perubahan perilaku konsumen juga menjadi salah satu pertimbangan USANA dalam mengembangkan dan memperkenalkan Cellavive 2.0. Di tengah maraknya informasi kecantikan di media sosial hingga penggunaan artificial intelligence (AI), konsumen kini semakin terbiasa melakukan riset mandiri sebelum membeli produk skincare.

Menurut Roni, kondisi tersebut mendorong brand untuk lebih terbuka mengenai kandungan maupun teknologi yang digunakan. “Customer behavior memang berubah. Mereka sekarang lebih banyak melakukan riset sendiri, menggunakan AI dan semacamnya. Namun yang pasti, pertama kami selalu transparan terhadap ingredients yang kami miliki,” katanya.

Selain memberikan informasi, USANA juga mengajak konsumen merasakan langsung pengalaman menggunakan produknya melalui USANA Experience Center. Konsumen dapat mencoba produk, menggunakan perangkat yang tersedia, serta memperoleh pengalaman secara langsung sebelum menentukan pilihan perawatan.

Pendekatan berbasis edukasi juga diperkuat melalui platform astheScientist yang dapat digunakan konsumen untuk menggali informasi mengenai berbagai ingredients dan teknologi yang dikembangkan USANA serta kaitannya dengan kebutuhan kulit.

Bagi Roni, edukasi menjadi semakin penting karena konsumen modern tidak lagi sekadar mencari produk yang sedang viral. Mereka ingin mengetahui apa yang digunakan, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa produk tersebut relevan dengan kebutuhan kulit mereka. “Mereka akan paham bahwa kulit kita memerlukan nutrisi terbaik dan itu diperlukan oleh kita semua,” kata Roni.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Parenting |