HP Wartawan Tempo Dirampas Tentara Saat Meliput di Kejagung

6 days ago 21

SALAH satu prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) merampas telepon genggam wartawan Tempo dan memaksa penghapusan foto-foto personel TNI yang berjaga saat peliputan di kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2026. Peristiwa itu terjadi ketika wartawan Tempo mendokumentasikan suasana di area belakang gedung utama, dekat Adhyaksa Cafe.

Dua prajurit berpangkat Prajurit Kepala (Praka) menghampiri wartawan Tempo sesaat setelah pengambilan gambar. Keduanya meminta telepon genggam reporter, memeriksa isi galeri, lalu meminta seluruh foto yang memuat personel TNI dihapus, termasuk dari folder sampah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Wartawan Tempo menjelaskan bahwa pengambilan gambar dilakukan dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik, atau reportase suasana penjagaan Kejaksaan Agung oleh sekitar satu pleton TNI. Wartawan Tempo juga meminta izin mewawancarai kedua prajurit. Namun permintaan itu ditolak. “Interview ya? Enggak bisa, kami enggak berkenan,” kata salah seorang prajurit.

Dalam rekaman suara yang dimiliki Tempo, kedua prajurit juga terdengar berulang kali meminta agar foto dipastikan telah dihapus. “Coba aja cek, Mas. Cek dulu, Mas. Takutnya enggak dihapus,” ujar salah seorang prajurit.

Wartawan Tempo kemudian menghapus foto-foto tersebut setelah mendapat tekanan dari kedua prajurit itu. Mereka juga meminta reporter membuka folder sampah telepon genggam untuk memastikan seluruh gambar telah terhapus.

Peristiwa itu disaksikan oleh sejumlah personel TNI lain yang berada di lokasi. Ada pula salah satu wartawan magang Tempo lainnya.

Berdasarkan pengamatan Tempo, sekitar satu pleton prajurit masih berada di kompleks Kejagung pada Kamis siang. Mereka membawa senjata laras panjang dan berseragam lengkap. Mereka berkumpul di area belakang gedung utama, sementara aktivitas pegawai Kejagung berlangsung normal.

Setelah memastikan foto telah dihapus, percakapan berangsur mencair. Salah seorang prajurit mengatakan mereka telah bertugas sejak dini hari. “Kami standby dari pagi jam dua malam sampai sekarang,” katanya.

Tempo telah meminta konfirmasi kepada Kepala Pusat Penerangan TNI mengenai tindakan dua prajurit tersebut terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Permintaan konfirmasi juga disampaikan kepada Kejagung mengenai mekanisme pengamanan di kompleks institusi tersebut. Hingga berita ini ditulis, keduanya belum memberikan tanggapan.

Peristiwa itu terjadi sehari setelah puluhan prajurit TNI menjaga rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah, di Jalan Radio I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas menyatakan pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan pihak Kejagung sebagai bagian dari kerja sama antarlembaga dan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang pelindungan negara terhadap jaksa.

“Pengamanan itu tidak berkaitan dengan penggeledahan yang dilakukan penyidik kepolisian,” tutur Nas.

Read Entire Article
Parenting |