Instalasi Jumbo Dolanan Anak Warnai Benteng Vredeburg

4 hours ago 10

SEJUMLAH instalasi seni berukuran jumbo menwarnai kawasan Benteng Vredeburg Yogyakarta pada Ahad, 28 Juni 2026. Pengunjung pun dibuat terperangah ketika sejumlah sudut bangunan era kolonial itu menampilkan berbagai obyek berukuran tinggi tiga hingga lima meter yang tiba-tiba muncul.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menariknya, seluruh instalasi raksasa itu berupa mainan atau dolanan anak. Mulai dari kuda-kudaan, kincir atau kitiran kertas, hingga mainan gasing yang menyerupai bentuk aslinya. Objek instalasi itu tersebar mulai dari sisi barat, selatan, juga utara Benteng Vredeburg.

"Pembuatan instalasi-instalasi ini tidak melibatkan seniman khusus, kami hanya menggerakkan tim kreatif internal untuk membuat skala yang lebih besar dari obyek aslinya," kata Pamong Budaya Ahli Madya Museum Benteng Vredeburg, Muri Kurniawati, Ahad, 28 Juni 2026.

Muri menuturkan, hal ini baru dilakukan pertama kali oleh Benteng Vredeburg. Untuk pembuatan instalasi jumbo yang jumlahnya belasan itu memakan waktu lebih dari satu bulan. Dengan bahan-bahan seperti kertas, triplek, kayu, dan lainnya. "Instalasi ini mengangkat tema dolanan anak, kami ingin memberi kejutan saat libur sekolah ini agar pengunjung senang karena ini saatnya family time," kata dia.

Destinasi wisata cagar budaya itu sendiri, kata Muri, menyiapkan area khusus untuk menghadirkan 15 jenis permainan tradisional menyambut musim libur sekolah ini. Digelar hampir sebulan mulai 24 Juni hingga 28 Juli 2026, festival bernama Festival Dolanan Anak PlayOn itu dipusatlan di sisi barat menghadap Jalan Malioboro. "Festival ini terbuka cuma-cuma bagi tiap pengunjung," kata dia.

Ragam dolanan tersebut meliputi gasing, egrang, bakiak, bekel, gatheng, benthik, yeye, bas-basan, jamuran, dingklik oglak-aglik, gobak sodor, engklek, ancak-ancak alis, cublak-cublak suweng, dakon, ketapel, dan lainnya. "Festival permainan tradisional ini untuk lintas usia, jadi para orang tua juga bisa bernostalgia dengan masa kecilnya bersama anak-anak," ujar Muri.

Muri menuturkan, pengunjung yang datang hanya cukup membeli tiket masuk museum seperti biasa tanpa dikenai biaya lain jika hendak mengakses wahana itu.

Festival ini fokus utamanya pelestarian nilai karakter dan penguatan interaksi sosial antara orang tua dan anak melalui permainan tradisional. "Harapan kami orang tua dan anak-anak punya waktu saling sharing melalui festival ini," kata dia.

Menurut Muri, pemilihan permainan tradisional ini berakar dari sorotan pihak museum terhadap fenomena anak-anak masa kini yang cenderung asyik sendiri dengan gawai mereka. Padahal, dolanan tradisional kaya akan nilai-nilai karakter dasar. Karakter itu antara lain saling kerjasama, saling tenggang rasa, saling mengisi. Hal ini coba dikenalkan dan dikuatkan lagi lewat permainan tradisional yang dihadirkan. Seperti permainan Jemuran yang mengajak pesertanya untuk adu kesabaran dan kecermatan.

Saat pelaksanaannya, ujar Muri, banyak anak yang awalnya tidak mengenali jenis permainan tersebut, kemudian diajari langsung oleh orang tua mereka. Untuk festival ini, ada sejumlah pendamping yang diterjunkan ketika pengunjung ingin mencoba ragam permainan tradisional itu selain dengan papan informasi penggunaan. Misalnya ketika pengunjung masih kebingungan menggunakan bambu permainan egrang.

Selain itu, pihak Benteng Vredeburg pada masa liburan ini juga menyediakan permainan eksplorasi sejarah di dalam diorama museum melalui Detektif Vredeburg dan VredeQuest, game Kahoot, pemutaran film pendek bertema kebudayaan Indonesia, Workshop Kerajinan, Panggung Dolanan, serta Musikoloji. Ada pula tantangan Bingo Stamp Hunt, di mana pengunjung yang mengumpulkan stempel setelah menyelesaikan dolanan akan mendapatkan hadiah suvenir.

Read Entire Article
Parenting |