Kemhan Ubah Nomenklatur Pelatihan Militer Calon Manajer Kopdes

3 hours ago 4

KEMENTERIAN Pertahanan menyatakan mengubah nomenklatur latihan dasar kemiliteran dalam rangkaian program rekrutmen calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait berujar perubahan penamaan kegiatan itu bagian dari evaluasi buntut lima peserta meninggal saat latihan dasar militer.

"Ke depan kegiatan tersebut ditegaskan sebagai Latihan Bela Negara dan Manajerial, bukan lagi menggunakan istilah Latsarmil," kata dia dalam keterangannya pada Senin, 29 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut dia, perubahan nomenklatur ditujukan untuk memperjelas tujuan utama kegiatan pelatihan tersebut. Rico mengatakan kegiatan yang menitikberatkan pada fisik peserta itu berorientasi pada pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan kesiapan manajerial peserta.

"Jadi untuk memperjelas bahwa tujuan latihan ini bukan membentuk kemampuan militer," ucap jenderal bintang satu ini.

Selain itu, Kementerian Pertahanan memutuskan mengurangi intensitas kegiatan fisik dan taktis bernuansa militer terhadap calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Rico mengatakan di sisa waktu pelaksanaan latihan dasar militer hanya dibatasi pada pembiasaan disiplin dan kebugaran dasar. Hal tersebut meliputi senam atau olahraga pagi, apel, baris-berbaris, pengenalan lingkungan, dan kegiatan lapangan ringan.

Rico mengatakan kementerian juga telah memetakan kemampuan fisik calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. "Bagi peserta yang memiliki kondisi medis atau faktor risiko kesehatan sudah diberi penandaan khusus pita putih," ucapnya.

Ia menuturkan peserta yang memakai tanda khusus itu tidak akan dibebani kegiatan fisik yang berlebihan. Dia berujar peserta yang memiliki risiko kesehatan atau keluhan ini menjalankan kegiatan fisik berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan.

Kementerian Pertahanan, kata dia, juga mengurangi tindakan fisik untuk kedisplinan. Dia berujar peserta yang melanggar aturan tidak akan diberikan hukuman fisik berlebihan.

"Sudah dibuat terukur. Penekanannya lebih pada pembinaan edukatif," kata jenderal bintang satu ini.

Gelombang pertama latihan dasar militer berlangsung pada 17 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan total 35.476 peserta. Mereka terdiri atas 30 ribu calon pengelola Kopdes Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Namun lima peserta meninggal selama kurun waktu sepuluh hari pelaksanaan. Mereka adalah Nola Dya Sari, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Nola Dya Sari yang mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan meninggal pada 26 Juni 2026 setelah mengeluhkan sesak napas dan demam. Pada hari yang sama, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta di Satuan Pendidikan Batalyon Para Komando (Yonko) 465 Jakarta Timur, juga meninggal setelah mengalami keluhan serupa. Rifki diketahui memiliki riwayat hipertensi dan obesitas.

Sementara itu, peserta di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara, Jakarta, Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal pada 23 Juni 2026 akibat tuberkulosis aktif.

Selanjutnya, Anisa Muyassaroh meninggal sehari setelah pelatihan dimulai, yakni pada 18 Juni 2026, akibat heat stroke saat mengikuti latihan di Satuan Pendidikan Resimen Induk Kodam Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Adapun Yonanda Muhammad Taufiq meninggal pada hari pertama pelatihan, 17 Juni 2026, akibat cardiac arrest atau henti jantung.

Dede Leni berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Parenting |