PELAPOR kasus dugaan penculikan atlet golf, Jesslyn Wijaya Lay, telah mencabut laporannya dari Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat. Penyidik mengatakan laporan itu dicabut karena pelapor tidak melihat kejadian secara langsung.
Pencabutan laporan dilakukan pada Ahad, 19 Juli 2026. “(Pelapor) sudah meminta secara tertulis melayangkan pencabutan, karena yang bersangkutan merasa bukan keluarga dan tidak melihat langsung,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Roby Heri Saputra dalam keterangannya pada Selasa, 21 Juli 2026.
Meski laporan telah dicabut, Roby memastikan penyelidikan masih berjalan. “Kami masih belum menghentikan penyelidikan sampai dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, dan juga memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana,” ujarnya.
Laporan peristiwa itu awalnya dibuat pada 16 Juli 2026, dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Pelapor adalah perempuan berinisial NAH, yang diketahui merupakan sahabat dari Jesslyn.
NAH melaporkan tindak pidana penculikan sebagaimana diatur dalam pasal 450 dan/ atau 446 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Sebelumnya, korban diduga diculik sebelum mendatangi acara ulang tahun neneknya pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat.
Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, ketika seluruh persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, satu orang diduga secara tiba-tiba menutup mata korban. Ia kemudian diangkat dan digendong oleh dua orang laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam.
“Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi,” kata Andi Darti, pengacara korban, dalam kronologi tertulis pada 17 Juli 2026.
Menurut keterangan saksi, yang kemudian disampaikan oleh Andi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung.
“Sejak peristiwa tersebut, korban tidak lagi dapat dihubungi oleh teman-temannya maupun pihak-pihak yang berupaya memastikan keadaannya. Berdasarkan informasi yang diperoleh pihak pelapor, telepon seluler yang diduga digunakan oleh korban juga tidak dapat diakses sebagaimana biasanya,” kata Andi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca















































