KEPALA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan makanan siap saji untuk jemaah haji asal Indonesia sudah dibekali dengan teknologi pengemasan sehingga tidak perlu dipanaskan lagi dengan api. Menurut dia, metode itu sangat efektif untuk mendukung layanan pangan bagi seluruh jemaah haji Tanah Air di Arab Saudi.
Arif menjelaskan, teknologi yang digunakan untuk mendukung metode tersebut diriset langsung oleh peneliti di BRIN. Mereka memanfaatkan bahan seperti zeolit dan kapur untuk membantu proses pemanasan tanpa menggunakan api atau pemanas listrik.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Makanan dapat dipanaskan hanya dengan menambahkan air dingin. Teknologi ini aman, sudah melalui uji keamanan pangan. Ini sangat membantu misalnya ketika di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang mana bisa mendapatkan sajian makanan dengan cepat, tetapi tetap enak,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 April 2026.
Arif mengaku telah mencicipi makanan siap saji dengan teknologi ini. Menurutnya, makanan yang disajikan memang cukup panas untuk dinikmati meski dihangatkan tanpa air panas atau api. “Teknologi ini akan terus kami kembangkan,” ucapnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan dukungannya terhadap pengembangan teknologi pangan dari badan riset itu. Dia mengatakan metode dalam teknologi ini diharapkan dapat membantu melayani jemaah haji Indonesia ke depan untuk urusan pangan yang semakin efisien, aman, dan berkualitas.
Dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang membahas kesiapan pemenuhan pangan haji 2026 di Jakarta pada Selasa, 21 April 2026, Zulhas menyatakan bahwa makanan yang disiapkan dengan teknologi ini bukan untuk dijual ke masyarakat di Arab Saudi, melainkan hanya untuk konsumsi jemaah haji asal Indonesia.
Ia juga menyinggung ihwal ketersediaan pangan bagi jemaah haji Indonesia dalam kondisi aman, meskipun di tengah dinamika geopolitik global. “Walaupun ada isu geopolitik, jemaah tidak perlu khawatir soal makanan. Makanan tersedia di setiap waktu saji, Insya Allah cukup lengkap dan tidak kurang apa pun. Pangan aman untuk jemaah haji Indonesia,” katanya.

















































