SATU orang korban tabrakan mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Aren Jaya, Bekasi Timur, meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit. Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ojo Ruslani mengatakan, korban bernama Sanoeri, 41 tahun, yang merupakan pedagang tahu goreng, meninggal pada Selasa, 12 Mei 2026 sore.
“Meninggal jam 16.00 WIB di Rumah Sakit Siloam Sentosa. Jenazah sudah diambil keluarga ke rumah duka,” kata Ojo saat dikonfirmasi wartawan lewat pesan singkatnya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kakak dari Sanoeri yakni Sunendar, 51 tahun, menjelaskan bahwa adiknya memang sempat ditangani intensif di RS Siloam Sentosa Bekasi Timur setelah tabrakan terjadi. Perawatan dilakukan karena korban mengalami luka berat di kepala.
"Dari yang saya lihat, luka paling parah ada di bagian kepala, untuk penanganan dari dokter saya kurang tahu detailnya, tapi katanya sudah ditangani semua," ucap Sunendar.
Sebelumnya, satu unit mobil SPPG menabrak dua lapak pedagang di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Aren Jaya, Bekasi Timur, Selasa, 12 Mei 2026. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, mobil datang dari arah Jalan Nusantara menuju Jalan Pulau Kalimantan sebelum menghantam lapak pedagang tahu goreng dan ayam goreng.
“Mobilnya tiba-tiba kencang, terus langsung nabrak lapak di sini. Suaranya keras banget kayak petir,” kata saksi bernama Yuli, 53 tahun, kepada wartawan di lokasi.
Akibat kejadian itu, pedagang tahu goreng bernama Sanoeri, 41 tahun, mengalami luka berat dan dilarikan ke rumah sakit. “Tukang gorengan sudah tergeletak di jalan, berdarah-darah,” ujar Yuli.
Selain Sanoeri, pedagang ayam goreng bernama Neni Anggraeni, 33 tahun, mengalami luka ringan. Barang-barang milik pedagang di lokasi juga terlempar hingga beberapa meter.

















































