Sugiono Kirim 780 Personel TNI ke Libanon untuk Misi UNIFIL

2 hours ago 7

MENTERI Luar Negeri Sugiono mengatakan Indonesia akan kembali mengirim 780 personel TNI untuk bergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Pasukan itu dijadwalkan berangkat pada 22 Mei 2026.

“Tanggal 22 (Mei 2026) berangkat, 780 orang. UNIFIL ke Libanon,” ujar Sugiono saat ditemui di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menunggu Hasil Investigasi PBB

Pengiriman kontingen tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap berpartisipasi dalam operasi penjaga perdamaian PBB, meski sebelumnya tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas di Libanon selatan.

Sugiono mengatakan pemerintah Indonesia masih menunggu hasil investigasi PBB atas kematian tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL.

“Kami sudah menyampaikan ke PBB, follow up-nya seperti apa, mereka masih menginvestigasi,” kata dia. Menurut Sugiono, Indonesia akan terus mendorong adanya pertanggungjawaban atas insiden tersebut. “Oh iya pasti, kita perlu akuntabilitas,” ujarnya.

Tiga Prajurit Gugur di Libanon

Tiga prajurit TNI yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Ketiganya meninggal akibat serangan artileri Israel di area markas UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026.

UNIFIL menggelar upacara penghormatan pada 2 April 2026 waktu setempat. Jenazah ketiganya kemudian disemayamkan di VIP Room Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu malam, 4 April 2026.

Kementerian Luar Negeri sebelumnya mendesak PBB dan otoritas Libanon memastikan investigasi atas gugurnya tiga prajurit TNI berjalan transparan dan menyeluruh.

“Menlu Sugiono telah melakukan komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Libanon dan Sekjen PBB langsung pada 30 Maret 2026 untuk memastikan proses investigasi segera dilakukan dengan transparan dan menyeluruh serta perlindungan penuh bagi keamanan dan keselamatan personel UNIFIL,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri, Veronica Vicka Ancilla Rompis, dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026.

Pemerintah Indonesia juga terus mengecam serangan Israel di Libanon selatan yang dinilai meningkatkan risiko terhadap personel penjaga perdamaian PBB dan menghambat pelaksanaan mandat UNIFIL sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.

Read Entire Article
Parenting |