Prabowo Belajar dari India Soal Stabilitas Pemerintahan

6 days ago 47

PRESIDEN Prabowo Subianto meminta rakyat Indonesia belajar dari India. Dia menilai iklim demokrasi di India baik.

Prabowo mengutarakan ini dalam pidato sambutannya di hadapan diaspora India dalam acara Indian Community Reception yang turut dihadiri Perdana Menteri India Narendra Modi, pada Selasa, 7 Juli 2026. Menurut dia, meski memiliki penduduk miliaran orang, India mampu menjaga stabilitas pemerintahannya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepala Negara menyatakan pembelajaran dari pengalaman India merupakan hal penting bagi Indonesia sebagai negara yang juga memiliki banyak keberagaman. “Yang penting adalah, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India,” kata Prabowo. 

Eks Menteri Pertahanan era Presiden Joko Widodo ini berpendapat, keberhasilan India mewujudkan transisi pemerintahan yang berlangsung damai selama bertahun-tahun merupakan pencapaian yang dapat dipelajari oleh Indonesia.

“Kami melihat India, sebuah negara berpenduduk 1,4 miliar orang, banyak, banyak kelompok etnis seperti kami, banyak bahasa regional yang berbeda. Tetapi mengelola begitu banyak tahun transisi pemerintahan yang damai di banyak negara bagian. Dan di Uni India itu sendiri, ini adalah pencapaian yang luar biasa,” tuturnya.

Ia mengimbuhkan, “Dan Indonesia, saya sendiri juga mempelajari ini dan mengikuti pencapaian luar biasa dari India.”

Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan bahwa demokrasi adalah sistem terbaik. 

“Demokrasi bukan sistem yang mudah, terkadang sangat kacau. Tetapi saya pikir kita sepakat bahwa itu adalah sistem terbaik untuk keadilan, untuk harapan, untuk inklusivitas,” ucap Prabowo. 

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengakui bahwa demokrasi dalam praktiknya memiliki berbagai risiko. Ia mengklaim selalu ada tantangan, jebakan, hingga pihak-pihak yang berupaya membajak proses demokrasi demi kepentingan tertentu.

Maka dari itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap demokrasi. Menurut dia, hal ini agar proses demokrasi berjalan sesuai prinsip-prinsip yang benar.

"Kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap percaya pada demokrasi dan terus berupaya menjaganya," tuturnya.

Read Entire Article
Parenting |