PRESIDEN Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati kontrak pengadaan sistem rudal BrahMos sebagai bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara. Kesepakatan itu diteken dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 7 Juli 2026.
Kontrak pengadaan rudal BrahMos menjadi salah satu dari 16 dokumen kerja sama yang disepakati Indonesia dan India di berbagai bidang, mulai dari pertahanan, energi, kesehatan, kebudayaan, hingga teknologi.
Perdana Menteri Modi mengatakan kepercayaan antara Indonesia dan India semakin kuat. "Tercermin dalam kerja sama keamanan dan pertahanan serta kerja sama di bidang maritim," tuturnya dalam pernyataan pers bersama Prabowo.
Pengadaan rudal dari India tercatat sebagai salah satu poin kerja sama yang diteken hari ini. "Kontrak pengadaan sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI," demikian bunyi poin nomor 12 dari dokumen kerja yang diumumkan setelah pertemuan Prabowo-Modi.
Dalam dokumen kerja sama yang diumumkan seusai pertemuan, kontrak pengadaan sistem pertahanan rudal BrahMos tercantum pada poin ke-12. Dokumen tersebut menyebutkan kerja sama dilakukan antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Selain itu, pada poin kerja sama nomor 13, terdapat perjanjian pengadaan rudal lainnya. "Perjanjian pengadaan rudal udara ke udara (air-to-air missile/AAM) antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp," seperti tertulis dalam dokumen kerja.
PM Modi mengunjungi Indonesia selama tiga hari. Ia berada di Jakarta sejak Senin, 6 Juli 2026. Selain mengunjungi ibu kota, Modi juga akan melawat ke Yogyakarta untuk mengunjungi Candi Prambanan.
Presiden Prabowo secara resmi menerima Modi lewat acara kenegaraan di Istana Merdeka pada Selasa ini. Mereka juga menggelar pertemuan bilateral tertutup yang diikuti delegasi masing-masing serta acara santap siang bersama.
Sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) strategis antara Indonesia dan India diteken di Istana Merdeka. Pertemuan ini menghasilkan 16 kesepakatan antara kedua negara.
Di hadapan Presiden Prabowo dan PM Modi, salah satu dokumen kerja sama yang dipertukarkan adalah kerja sama antara Badan Riset dan Inonvasi Nasional (BRIN) dengan Indian Space Research Organisation. Kesepakatan ini mencakup kerja sama bidang penelitian luar angkasa.
Indonesia dan India juga mengumumkan 15 dokumen lainnya yang mencakup kerja sama di sejumlah bidang, mulai dari pertahanan, energi, kesehatan, kebudayaan, hingga teknologi.


















































