Profil Bupati Kuansing Suhardiman Amby yang Menyerahkan Diri ke KPK

2 hours ago 9

BUPATI Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa malam, 30 Juni 2026. Ia datang bersama Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi Zulkarnaen setelah tim penyelidik dan penyidik KPK mencari keduanya dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, sejak Senin, 29 Juni 2026.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Suhardiman dan Zulkarnaen saat ini diperiksa terkait dengan dugaan kasus suap untuk suatu jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Bupati Kuantan Singingi Suhardiman memiliki rekam jejak panjang di dunia politik dan aktif berorganisasi. Berikut profilnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Suhardiman merupakan politikus Partai Gerindra yang terpilih menjadi Bupati Kuantan Singingi untuk sisa masa jabatan 2023-2025. Ia naik dari jabatan sebelumnya sebagai Wakil Bupati Kuantan Singingi karena bupati periode 2021-2023 Andi Putra terjaring OTT KPK pada 6 April 2023.

Pada Pilkada 2024 Suhardiman maju bersama kader Partai Demokrat Mukhlisin dan ditetapkan menjadi bupati-wakil bupati Kuantan Singingi 2025-2030. Berdasarkan laman Pemkab Kuansing, Suhardiman Amby lahir di Pulau Panjang Hilir, Riau, pada 16 Juli 1969.

Dia mengawali pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 012 Pulau Panjang Hilir 1978-1984. Kemudian meneruskan studinya di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 01 Inuman (1984-1987) dan Sekolah Menengah Negeri 1 Kuantan Hilir (1987-1990).

Suhardiman meraih gelar sarjana akuntansi di Universitas Riau pada 1995 dan menamatkan pascasarjana di Universitas Lancang Kuning pada 2017. Tujuh tahun setelahnya dia mendapat gelar doktor dari Universitas Padjajaran.

Saat di bangku kuliah, Suhardiman dikenal aktif berorganisasi. Dia tercatat pernah menjadi Ketua Umum HMJ PIPS Pendidikan Dunia Usaha 1991-1992, Ketua Umum Senat Mahasiswa FKIP Universitas Riau 1993-1994, sampai Dewan Presidium Senat Mahasiswa Universitas Riau. Ia juga mengeksplor pengalamannya di organisasi kemasyarakatan seperti menjadi Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat AMAR yang bergerak di bidang advokasi sosial periode 1990-2000.

Suhardiman lalu dipercaya menjadi Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Nasional (PKNI) pada 2003-2007. Di saat yang bersamaan dia juga menjadi Ketua Wilayah Riau Pemuda Reformasi Indonesia, kemudian Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia periode 2008-2011, serta Ketua Dewan Pengurus Partai Kebangkitan Nasional Ulama selama 2009-2019.

Pada 2019-2020, ia memimpin DPC Partai Hanura Kabupaten Kuantan Singingi. Adapun ia baru menjadi kader Gerindra sejak 2022 dan ditunjuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi ketua dpc saat itu juga. Dirangkum berbagai sumber, Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra mencopot Suhardiman sebagai ketua dpc menjelang Pilkada 2024 lantaran mendukung pasangan calon lain yang menjadi lawannya.

Sebelum menjabat di pemerintahan daerah, Suhardiman lebih dulu menjajaki dunia legislatif daerah selama hampir 10 tahun. Suhardiman terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau untuk periode 2004-2009 dan 2014-2019.

Read Entire Article
Parenting |