PENYEDIA indeks global S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memasukkan Indonesia ke dalam watchlist untuk tinjauan 2027. Saat ini, Indonesia masih berstatus sebagai emerging market. Namun, S&P DJI membuka peluang untuk menerapkan perlakuan khusus bagi saham Indonesia, dengan potensi reklasifikasi menjadi frontier market.
S&P DJI menyatakan bahwa mereka terus memantau perkembangan transparansi kepemilikan saham Indonesia serta panduan yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia untuk mengatasi masalah tersebut. “Jika keadaan memburuk, S&P DJI dapat mempertimbangkan untuk menerapkan perlakuan khusus untuk sekuritas Indonesia,” tulis mereka dalam pengumuman pada Rabu, 8 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Berdasarkan metodologi klasifikasi negara S&P DJI, jika masalah tersebut tetap tidak terselesaikan satu tahun sejak tanggal diberlakukannya perlakuan khusus, klasifikasi pasar Indonesia akan dinilai pada tinjauan tahunan berikutnya. Selain Indonesia, Turki dan Nigeria juga masuk ke dalam Watchlist S&P Dow Jones Indices.
Sebelumnya, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan untuk tetap membekukan saham Indonesia dalam tinjauan indeks Agustus 2026. MSCI mengatakan akan tetap membekukan semua peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan jumlah saham atau number of shares, tidak akan menambahkan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Index, serta tetap membekukan migrasi ke atas di seluruh segmen ukuran indeks.
“Selain itu, MSCI akan terus menghapus sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC), tulis MSCI dalam pengumumannya pada Selasa, 7 Juli 2026. MSCI juga menyatakan akan tetap menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan.
Pembekuan yang masih berlanjut ini merupakan tindak lanjut MSCI setelah mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market dalam tinjauan klasifikasi pasar Juni lalu. Kendati dipertahankan, MSCI menyatakan masih akan meninjau implementasi reformasi pasar modal Indonesia sampai November.















































