Seniman Masak 500 Kilogram Rendang untuk Korban Bencana Sumatera, Seni dan Solidaritas Bertemu

1 week ago 5

CANTIKA.COM, Jakarta - Menolak lupa teman-teman korban bencana di Sumatera, ada banyak aksi atau gerakan untuk membantu mereka bangkit hingga saat ini. Salah satunya dari Marandang Institute bersama Cikini Art Stage, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan Makara Art Center UI. Mereka menggelar pertunjukan sekaligus aksi kemanusiaan bertajuk “Rendang untuk Sumatera” di Taman Ismail Marzuki (TIM) Kegiatan ini menjadi bentuk empati bagi para penyintas bencana di Sumatra pada akhir tahun 2025.

Ketua pelaksana sekaligus anggota Komite Seni Rupa DKJ, Muhammad Aidil Usman, menjelaskan bahwa rendang dipilih bukan hanya karena popularitasnya, tetapi juga filosofi dan daya tahannya yang relevan dengan kebutuhan pengungsi.

"Rendang itu makanan yang dibuat hasil dari spiritualitas orang sufi di Sumatra Barat. Dia tahan lama, bisa bertahan 6 bulan kalau dimasak dengan perapian yang maksimal sampai 10 jam," katanya di sela-sela proses memasak di area Plaza Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Senin, 16 Februari 2026.

Relawan dari Marandang Institute memasak rendang di acara Rendang untuk Sumatera, 16 Februari 2026. Tempo/ Imanda Zahwa

Tantangan Memasak Rendang dalam Skala Besar

Mengolah ratusan kilogram daging di ruang terbuka bukan perkara mudah. Tim menggunakan wajan raksasa khas Minangkabau yang dikenal sebagai kancah. Untuk menjaga kualitas rasa, Aidil memimpin langsung perhitungan bumbu hingga teknik peminyakan santan agar tekstur daging tetap utuh.

Proses memasak juga dibagi ke dalam beberapa shift relawan agar stamina dan fokus tetap terjaga selama produksi berlangsung.

"Saya bikin shift supaya enggak jenuh. Kalau jenuh kan bisa bermasalah kepada produk. Kita mau kasih orang, kalau hasilnya hancur enggak kelihatan dagingnya gitu," ujarnya.

Sebanyak 500 kilogram rendang hasil aksi ini akan didistribusikan ke 231 titik tenda pengungsian di Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara. Program serupa direncanakan berlanjut hingga total tujuh ton daging sapi berhasil diolah dan dikirimkan kepada para penyintas.

Dapur yang Berubah Menjadi Panggung Seni

Yang membuat aksi ini berbeda, seluruh proses memasak dipresentasikan sebagai pertunjukan seni. Selama delapan jam memasak, panggung diisi beragam penampilan, mulai dari tari tradisional, musik saluang, hingga pertunjukan musik kontemporer dari Aceh dan Sumatra Utara.

Suasana semakin khidmat lewat aksi live painting, mural, serta pembacaan puisi yang merefleksikan duka masyarakat Sumatra di tengah kepulan asap rempah dari dapur terbuka.

Aksi kemanusiaan ini akan terus berlanjut. Pada 15 Maret 2026 mendatang, tim berencana menggelar kegiatan serupa di Aceh. Aidil juga menyiapkan instalasi seni dari kayu bekas banjir bandang yang akan difungsikan sebagai panggung sekaligus bahan bakar memasak rendang dan kuliner khas Aceh lainnya.

Pilihan Editor: 4 Resep Rendang yang Bisa Disontek untuk Menu Lebaran

IMANDA ZAHWA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Parenting |