TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus teror terhadap Tempo hingga tuntas. Meski telah berkoordinasi dengan kepolisian, LPSK masih menunggu perkembangan signifikan dari penyelidikan.
“Kami mencatat ada inisiatif dari kepolisian yang perlu diapresiasi, tetapi kita masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Penyelesaian kasus ini sangat penting untuk memastikan jurnalis bisa bekerja dengan aman,” ujar Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat pada Kamis, 27 Maret 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
LPSK menekankan kebebasan pers adalah salah satu pilar utama demokrasi yang harus dijaga. Selain itu, LPSK juga siap memberikan dukungan psikososial bagi jurnalis yang mengalami trauma akibat ancaman teror.
Wakil Ketua LPSK Wawan Fahrudin memaparkan, pada 26 Maret 2025, lembaganya telah menerima aduan dari Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ). Siang harinya, mereka langsung menemui Kabareskrim.
LPSK, kata Wawan, mendorong proses penegakan hukum dan sinergi lembaga untuk memberikan perlindungan kepada jurnalis. "LPSK tentu berharap aparat penegak hukum dalam hal ini Polri untuk segera bisa melakukan penyelidikan mendalam dan menangkap pelaku teror sehingga para jurnalis bisa bekerja dengan tenang," kata Wawan.
Tindakan tegas diperlukan agar kejadian serupa tak terulang di kemudian hari. Wawan menuturkan, LPSK juga mengajak seluruh pihak untuk selalu bersama-sama menjaga kebebasan pers. "Kami megapresiasi pengawasan perlindungan fisik berbasis komunitas oleh teman-teman Tempo dan KKJ juga sebagai upaya kita menjaga demokrasi."
Dalam sepekan, redaksi Tempo menerima teror berupa kepala babi dan bangkai tikus. Paket berisi potongan kepala babi itu ditujukan kepada Francisca Rosana atau Cica, wartawan desk politik sekaligus host Bocor Alus Politik di Tempo. Mulanya paket itu diterima oleh sekuriti gedung pada pukul 16.15 WIB. Namun Cica baru mengambil dan membuka paket pada Kamis, 20 Maret 2025, sepulang dari liputan bersama Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran.
Tak berhenti di situ, dua hari kemudian, kantor Tempo kembali menerima teror berupa paket berisi enam bangkai tikus. Paket kotak kardus yang dibungkus kertas kado bermotif bunga mawar merah itu ditemukan oleh petugas kebersihan pada Sabtu, 22 Maret 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.
Pada Jumat, 21 Maret 2025, Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mendatangi Markas Besar Polri untuk melaporkan paket kepala babi. Paket tersebut sudah diserahkan kepada polisi sebagai barang bukti. Mabes Polri sudah membentuk tim untuk mengusut peneror dan motifnya. Sekitar 20 polisi mendatangi kantor Tempo dan mengambil bungkusan berisi enam bangkai tikus yang dikirim Sabtu dinihari.
Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan Kepala Badan Reserse Kriminal untuk mengusut teror yang menimpa kantor media Tempo "Saya sudah perintahkan Kabareskrim untuk melaksanakan penyelidikan lebih lanjut," kata Listyo Sigit saat safari Ramadan di Masjid Raya Medan, Sabtu, 22 Maret 2025.