3 Pembunuh Polisi di Katingan Sempat Melawan Pakai Mandau

5 days ago 18

PERSONEL Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim Polri) menangkap tiga tersangka sindikat narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya atau narkoba. Mereka diduga terlibat dalam pembunuhan tiga anggota Polri saat operasi pemberantasan narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso mengatakan, saat akan ditangkap, ketiga tersangka sempat melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. "Ketiganya melawan menggunakan mandau, sehingga kami berikan tindakan tegas dan terukur," kata Eko dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Eko menyebut, tiga tersangka yang ditangkap adalah Bio, Parie, dan Ramblan. Dalam jaringan ini, Bio merupakan seorang bandar utama, sementara dua lainnya merupakan anggota sindikat.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sebilah mandau yang digunakan sebagai alat perlawanan. Polisi akan membawa para tersangka beserta barang bukti yang ada ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, tiga personel polisi gugur dalam operasi penggerebekan kampung narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah. Mereka adalah Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra, Ipda Anumerta Sumariyanto, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana. Markas Besar Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada tiga personel itu.

Adapun peristiwa penggerebekan terjadi pada Rabu, 1 Juli 2026. Sebanyak 12 personel Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor atau Polres Katingan ditugaskan berangkat menyelidiki peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas mengidentifikasi seorang terduga pelaku berinisial BIO, yang diketahui merupakan residivis kasus narkoba.

Tim kemudian dibagi menjadi dua kelompok, dengan tim utama melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku di kediamannya. Saat proses penangkapan berlangsung, situasi berubah menjadi aksi perlawanan bersenjata. Sejumlah orang di lokasi menyerang petugas menggunakan senjata tajam.

Polisi sempat memberikan tembakan peringatan, namun serangan terus berlanjut sehingga dilakukan tindakan terukur untuk melindungi keselamatan personel. Kondisi kemudian semakin tidak kondusif ketika keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga berdatangan, melakukan penyerangan terhadap petugas menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya.

Seorang personel ditemukan tewas di dekat lokasi. Sementara dua yang lain sempat hilang kontak sampai akhirnya ditemukan meninggal di sungai.

Read Entire Article
Parenting |