AS Pertahankan Blokade Meski Iran Buka Selat Hormuz

4 hours ago 5

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menegaskan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran tetap diberlakukan, meski Iran telah membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial. Kebijakan ini diambil di tengah negosiasi yang belum mencapai kesepakatan, termasuk soal program nuklir Iran.

Iran Buka Jalur Pelayaran

Pengumuman Trump menyusul pernyataan Iran bahwa Selat Hormuz telah kembali dibuka penuh pada Jumat. Menurut laporan Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan pengumuman tersebut melalui akun X.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Libanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa masa gencatan senjata,” kata Araghchi.

Ia menambahkan, pergerakan kapal akan mengikuti rute terkoordinasi yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia. Pembukaan ini terjadi seiring berlakunya gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Libanon.

Blokade Tetap Berlaku

Trump sempat menyambut pembukaan Selat Hormuz. Namun, beberapa menit kemudian, ia menegaskan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat tetap berjalan hingga kesepakatan dengan Iran tercapai sepenuhnya.

“Sampai pada saat kesepakatan kami dengan Iran benar-benar selesai 100 persen,” tulis Trump di Truth Social.

Blokade tersebut diberlakukan awal pekan ini setelah Iran membatasi lalu lintas di Selat Hormuz akibat konflik di Libanon. Saat itu, Trump menyebut kebijakan tersebut sebagai pendekatan “semua atau tidak sama sekali” untuk menekan Iran membuka kembali jalur pelayaran.

Menurut laporan Associated Press, dikutip Arab News, keputusan Trump mempertahankan blokade menunjukkan upaya menjaga tekanan terhadap Iran di tengah ketidakpastian gencatan senjata dua pekan yang disepakati sebelumnya.

Upaya Perpanjangan Gencatan Senjata

Perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan lalu tidak menghasilkan kesepakatan. Perbedaan utama mencakup program nuklir Iran dan sejumlah isu lain yang masih menjadi ganjalan.

Trump juga membantah laporan Axios yang menyebut adanya kemungkinan pertukaran dana senilai US$ 20 miliar terkait kesepakatan nuklir.

“Amerika Serikat akan mendapatkan seluruh ‘debu nuklir’ yang dihasilkan oleh pembom B2 kami yang hebat, tidak akan ada uang yang dipertukarkan dalam bentuk apa pun,” ujarnya seperti dilansir Anadolu.

Di tengah ketegangan, upaya diplomasi terus berlangsung. Pejabat regional menyebut terdapat kesepakatan prinsip untuk memperpanjang gencatan senjata guna membuka ruang negosiasi lebih lanjut.

Tiga isu utama yang dibahas meliputi program nuklir Iran, status Selat Hormuz, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Ketika ditanya soal kemungkinan perpanjangan gencatan senjata, Trump menyatakan terbuka terhadap opsi tersebut. “Jika kami sudah dekat dengan kesepakatan, apakah saya akan memperpanjang? Ya, saya akan melakukannya,” katanya.

Read Entire Article
Parenting |