BEM SI Kerakyatan Beri Kartu Kuning Kementerian Pendidikan

2 hours ago 5

PERWAKILAN Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI Kerakyatan memberikan kartu kuning kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan, saat mereka beraudiensi di depan kantor kementerian itu pada Senin sore, 4 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut mahasiswa, kartu kuning merupakan simbol peringatan atas buruknya kinerja dua kementerian pendidikan di era Presiden Prabowo Subianto. Keduanya adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

"Kami dari BEM Se-Kerakyatan Indonesia memberikan kartu kuning sebagai warning bagi Kemendiktisaintek dan juga Kemendikdasmen yang programnya tidak pernah menyentuh akar masalah daripada pendidikan," kata seorang mahasiswa Universitas Indonesia sambil menunjukkan kartu kuning ke Fauzan.

Ratusan demonstran lain lantas bersorak saat menyaksikan momen tersebut. Perwakilan mahasiswa itu kemudian menyampaikan bahwa kementerian pendidikan memiliki dosa besar lantaran tidak ada hasil konkret dari realisasi programnya.

Dia juga mengkritik pendekatan Kemendiktisaintek kepada presiden mahasiswa atau presma di kampus-kampus yang dinilai tidak memiliki bobot substansi. "Kemendiktisaintek hanya menjalankan kerja-kerja seremonial, mengumpulkan seluruh presma untuk mengadakan FGD di hotel-hotel mewah. Itu tidak baik, bapak!" kata mahasiswa laki-laki ini.

Proses audiensi antara mahasiswa dan Fauzan berlangsung sekitar 40 menit dengan diwarnai kericuhan. Dialog mereka juga tidak berhenti meski di tengah derasnya guyuran hujan di kawasan pusat perbelanjaan FX Sudirman yang menjadi titik pusat aksi.

Perwakilan mahasiswa lain dari sejumlah universitas di Jakarta juga bergantian menyampaikan kritik terhadap kebijakan pendidikan. Para mahasiswa protes karena anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, sebagiannya diperuntukkan untuk proyek makan bergizi gratis. Mereka menuntut MBG dihentikan.

Selain itu, mereka juga mengeluhkan wacana penutupan sejumlah prodi jurusan yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan lapangan. "Yang salah bukan prodi, yang salah pemerintah karena tidak bisa menyesuaikan kebutuhan lapangan kerja," kata Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan. 

Wamendiktisantek Fauzan kemudian memberikan tanggapan terhadap sejumlah persoalan yang disoroti mahasiswa. Dia mengatakan tidak ada penutupan prodi sebagaimana yang pernah disampaikan Kemendiktisaintek. 

"Tidak ada penutupan program studi. Yang ada adalah penataan. Artinya penataan itu tidak menutup. Penataan itu memberikan penguatan terhadap program studi-program studi. Dan ini juga tidak hanya persoalan keguruan, tetapi juga program-program studi yang lain," kata dia. 

Mahasiswa tidak langsung puas mendengar jawaban Fauzan. Ia mendapat cap sebagai pembohong dari sebagian mahasiswa.

Read Entire Article
Parenting |