Polisi: Anak Korban Daycare Little Aresha Alami Kurang Gizi

2 hours ago 5

KEPOLISIAN Resor Kota (Polresta) Yogyakarta mengungkapkan para anak korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta mengalami gangguan tumbuh kembang dan kekurangan gizi.

Berdasarkan pemeriksaan saksi dan hasil asesmen medis, para anak itu mengalami penurunan berat badan hingga indikasi gangguan perkembangan psikologis.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta Inspektur Dua Apri Sawitri menuturkan para orang tua anak tersebut telah menyertakan hasil temuan gangguan kesehatan anak-anak tersebut saat menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP). "Dari proses BAP, para orang tua melaporkan soal turunnya berat badan anak hingga temuan bekas luka di tubuh," kata Sawitri, Senin, 4 Mei 2026.

Sawitri menuturkan, hingga Senin ini, pihaknya telah memeriksa 34 orang tua korban dari total 53 anak yang terdata awal sebagai korban dalam kasus ini. Jumlah pemeriksaan itu menurutnya masih akan terus bertambah.

Adapun Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menuturkan, dari asesmen terhadap 131 anak termasuk alumninya yang pernah dititipkan di daycare itu, sebanyak 125 anak sudah diperiksa kondisi gizinya.

"Dari jumlah anak yang sudah diperiksa, ada 17 anak terindikasi mengalami kurang gizi dan 13 anak yang didiagnosis mengalami gangguan perkembangan seperti ADHD, autisme, hingga speech delay (keterlambatan bicara)," kata dia.

Emma menuturkan, proses pemulihan anak-anak terdampak ini tidak akan bisa dilakukan dalam waktu cepat dan instan. Ia memprediksi butuh waktu setidaknya enam bulan untuk evaluasi awal. "Penanganan gangguan seperti ini bersifat jangka panjang dan tak bisa disamakan dengan mengobati penyakit umum," kata dia.

Sehingga, tim psikolog yang disiapkan Pemerintah Kota Yogyakarta merencanakan terapi yang spesifik sesuai tingkat keparahan masing-masing anak. 

Misalnya, untuk menangani masalah gizi, pihak dinas kesehatan telah menyiapkan tim khusus yang terdiri dari dokter, bidan, nutrisionis, hingga psikolog untuk memberikan pendampingan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Read Entire Article
Parenting |