Cina Akan Batasi Ekspor Model AI Canggih ke Pasar Global

5 days ago 10

PEMERINTAH Cina dilaporkan tengah menyiapkan kebijakan untuk membatasi ekspor model akal imitasi (AI) paling canggih ke pasar internasional. Langkah tersebut disebut sebagai upaya Beijing memperketat pengendalian terhadap teknologi AI yang kini dipandang sebagai aset strategis nasional.

Sejumlah laporan menyebutkan pemerintah Cina telah menggelar pembahasan dengan sejumlah perusahaan teknologi besar, seperti Alibaba, ByteDance, dan Z.ai, mengenai mekanisme pembatasan akses model AI mereka bagi pengguna di luar negeri.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Selama setahun terakhir, perusahaan AI asal Cina berhasil memperluas pangsa pasar global dengan menawarkan model AI berbiaya rendah, termasuk melalui model terbuka (open-source). Salah satu yang paling menonjol adalah model R1 milik DeepSeek yang dinilai mampu bersaing dengan ChatGPT milik OpenAI dan Gemini milik Google berkat harga yang lebih kompetitif serta kemampuan yang ditawarkan.

Namun, pemerintah Beijing kini menilai teknologi AI mutakhir perlu berada di bawah kendali negara. Karena itu, pembatasan tidak hanya akan menyasar model AI tertutup (closed-source), tapi juga model open-source.

“Selain itu, segala bentuk kebocoran atau pencurian teknologi AI akan dianggap sebagai pelanggaran berdasarkan peraturan keamanan nasional Cina yang ketat,” demikian bunyi laporan Huawei Central, Kamis, 9 Juli 2026.

Meski demikian, rincian kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan. Belum dipastikan apakah aturan baru hanya akan berlaku untuk model AI yang dikembangkan di masa mendatang atau juga mencakup model yang telah dirilis sebelumnya.

Laporan itu juga belum mengungkap kapan kebijakan tersebut mulai diberlakukan. Jika diterapkan, pembatasan tersebut diperkirakan akan mengubah lanskap persaingan industri AI global sekaligus berpotensi meningkatkan ketegangan teknologi antara Cina dan Amerika Serikat beserta sekutunya.

Read Entire Article
Parenting |