Cina: Blokade AS di Selat Hormuz Tak Selesaikan Masalah

1 day ago 13

PEMERINTAH Cina menegaskan langkah Amerika Serikat (AS) untuk memblokade kapal-kapal yang akan melewati Selat Hormuz pascakegagalan perundingan di Islamabad tidak akan menyelesaikan masalah.

"Akar penyebab gangguan di Selat Hormuz adalah konflik militer. Untuk menyelesaikan masalah ini, konflik harus dihentikan sesegera mungkin," kata juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Senin seperti dilansir Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Selat Hormuz adalah jalur perdagangan internasional yang penting untuk barang dan energi. Menjaga keamanan dan stabilitas wilayah tersebut serta memastikan jalur yang tidak terhalang melayani kepentingan bersama komunitas internasional," ujar Guo Jiakun.

Ia pun meminta agar semua pihak perlu tetap tenang dan menahan diri, dan Cina disebut akan terus memainkan peran konstruktif.

Pada Ahad, Komando Pusat (CENTCOM) AS mengatakan akan mulai memblokade jalur maritim tersebut pada Senin pukul 14:00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. Mereka melaksanakan perintah Presiden Donald Trump yang jengkel karena kesepakatan antara Washington dan Teheran gagal dicapai.

Menurut pernyataan yang diunggah di platform media sosial X tersebut, blokade itu akan diberlakukan "secara tidak memihak" terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan area pesisir Iran. Ini termasuk seluruh pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Pembelian Minyak

Terkait dengan pembelian minyak dari negara lain, Guo Jiakun mengatakan Cina siap bekerja sama dengan negara manapun.

"Kami siap bekerja sama dengan pihak lain untuk bersama-sama menjaga keamanan energi global dan menjaga rantai pasokan tetap stabil. Namun, untuk menyelesaikan masalah ini secara mendasar, yang perlu dilakukan pertama dan terutama adalah memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk dan Timur Tengah," tutur Guo Jiakun.

Trump juga memberikan peringatan bahwa kapal-kapal Iran akan 'dimusnahkan' jika mereka mendekati wilayah yang diblokade oleh AS di Selat Hormuz.

"Peringatan: Jika ada kapal (Iran) yang mendekati BLOKADE kami, mereka akan segera DIELIMINASI, menggunakan sistem pembunuhan yang sama yang kami gunakan terhadap pengedar narkoba di kapal-kapal yang berada di laut," tulis Trump di Truth Social.

Hal tersebut menyusul kegagalan kesepakatan antara AS dan Iran pada Sabtu di Islamabad. Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden AS J.D. Vance kembali ke negara mereka tanpa membawa hasil kesepakatan.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan, tuntutan maksimalis dan ancaman blokade Angkatan Laut (AL) AS menggagalkan tercapainya kesepakatan.

"Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi selama 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan iktikad baik untuk mengakhiri perang. Namun, ketika hanya tinggal selangkah lagi dari 'MoU Islamabad', kami justru menghadapi maksimalisme, tuntutan yang berubah-ubah, dan blokade. Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik akan dibalas dengan niat baik. Permusuhan akan melahirkan permusuhan," kata Araghchi dalam unggahan di platform media sosial X, Senin.

Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin pun memperingatkan "tidak ada pelabuhan di Teluk dan Laut Oman yang akan aman" setelah AS memberlakukan blokade lalu lintas kapal ke dan dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

Keamanan pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman harus berlaku "bagi semua pihak atau tidak sama sekali," kata IRGC.

"Kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh" akan dilarang melintasi Selat Hormuz, sementara kapal lain dapat melintas sesuai peraturan yang ditetapkan Iran.

Pengiriman melalui Selat Hormuz pun langsung terhenti setelah Trump mengumumkan blokade tersebut. Lalu lintas yang sebelumnya sudah beroperasi pada tingkat terbatas tiba-tiba berhenti total karena kapal-kapal mulai berbalik arah di Selat Hormuz.

Selat Hormuz diketahui menjadi jalur bagi sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum/minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) dunia.

Read Entire Article
Parenting |