PARA peneliti memastikan bahwa fosil dinosaurus pertama yang pernah ditemukan di Antarktika adalah milik titanosaurus, kelompok dinosaurus sauropoda berleher panjang yang mencakup hewan darat terbesar yang pernah hidup di Bumi.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Acta Palaeontologica Polonica pada 29 Juni. Fosil yang diidentifikasi berupa ruas tulang belakang berusia sekitar 82 juta tahun yang ditemukan lebih dari empat dekade lalu. Saat pertama kali ditemukan, fosil itu sempat diduga berasal dari reptil laut purba.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Melalui analisis terbaru menggunakan pemindaian CT beresolusi tinggi, para peneliti akhirnya memastikan bahwa fosil tersebut berasal dari seekor titanosaurus. Penemuan ini menjadikannya sebagai fosil dinosaurus pertama yang diketahui pernah ditemukan di Antarktika.
“Sepintas, fosil ini tampak tidak istimewa, tetapi fosil ini memiliki tempat penting dalam sejarah eksplorasi Antarktika sebagai fosil dinosaurus pertama yang ditemukan di benua tersebut,” kata penulis utama studi, Paul Barrett, paleontolog di Natural History Museum London, dikutip dari laporan Live Science, 3 Juli 2026.
Meski menjadi fosil dinosaurus pertama yang ditemukan di Antarktika, fosil tersebut bukan satu-satunya bukti keberadaan dinosaurus di benua itu. Setelah penemuan tersebut, para peneliti berhasil mengidentifikasi berbagai jenis dinosaurus lain, termasuk fosil sauropoda yang juga dipastikan sebagai titanosaurus pada 2011.
Berdasarkan ukuran ruas tulang belakang yang ditemukan, individu titanosaurus tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 6 hingga 7 meter. Ukuran itu jauh lebih kecil dibandingkan titanosaurus terbesar yang diketahui dapat mencapai panjang sekitar 37,5 meter. Namun, karena fosil yang tersedia hanya berupa fragmen tulang belakang, para peneliti belum dapat menentukan spesiesnya. Ada pula kemungkinan bahwa individu tersebut masih berusia muda saat mati.
Fosil itu ditemukan oleh ahli geologi British Antarctic Survey, Mike Thomson, saat melakukan ekspedisi ke Pulau James Ross pada 1985. Pulau di lepas pantai timur laut Semenanjung Antarktika tersebut telah menjadi lokasi berbagai penemuan fosil dinosaurus.
Saat titanosaurus hidup pada periode Kapur, sekitar 143 juta hingga 66 juta tahun lalu, Antarktika belum tertutup es seperti sekarang. Benua tersebut masih menyatu dengan Amerika Selatan sebagai bagian dari superbenua Gondwana dan ditutupi hutan beriklim sedang. Keberadaan titanosaurus di Antarktika memperkuat dugaan bahwa wilayah itu menjadi jalur penyebaran dinosaurus dari Amerika Selatan menuju Selandia Baru.
Selain titanosaurus, para peneliti juga telah menemukan fosil dinosaurus herbivora berukuran kecil, ankilosaurus berlapis baja, hingga predator berkaki dua seperti Imperobator yang diperkirakan hidup di ekosistem yang sama.
Barrett mengatakan masih banyak potensi penemuan fosil dinosaurus lain di Antarktika, terutama ketika lapisan es terus menyusut akibat perubahan iklim.
“Kemungkinan masih banyak dinosaurus lain yang akan ditemukan di benua ini. Seiring perubahan iklim menyebabkan lapisan es terus menyusut, kita mungkin akan menemukan lebih banyak bukti mengenai keanekaragaman hayati di masa lalu,” ujar Barrett.















































