Gelap Ruang Jiwa, Ketika Tugas Akhir Kuliah Menjelma jadi Merek Aksesori

4 hours ago 5

CANTIKA.COMJakarta - Tidak semua tugas akhir kuliah berakhir di rak perpustakaan kampus. Bagi Runa, Founder sekaligus Creative Director Gelap Ruang Jiwa, proyek yang ia kerjakan semasa kuliah justru menjadi titik awal lahirnya sebuah label aksesori lokal yang kini dikenal dengan karakter artistik dan desain yang sarat cerita.

Sejak berdiri pada 2019, Gelap Ruang Jiwa tumbuh bukan sekadar sebagai merek perhiasan, tetapi juga ruang eksplorasi kreatif yang memadukan seni, desain, dan narasi kehidupan sehari-hari. Berbagai koleksinya selalu lahir dari pengalaman personal, lalu diterjemahkan menjadi karya yang bisa dikenakan lintas generasi.

"Buat saya, aksesori bukan hanya soal material atau kemewahan. Yang paling penting adalah estetika dan cerita di baliknya," ujar Runa saat ditemui dalam peluncuran koleksi terbaru.

Berawal dari Tugas Akhir, Bertahan Karena Cerita

Magnum x Gelap Ruang Jiwa menghadirkan koleksi kolaborasi eksklusif bertajuk The Quite After: Senyap di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026/Foto: Doc. Gelap Ruang Jiwa

Perjalanan Gelap Ruang Jiwa dimulai dari sebuah proyek akademik. Apa yang awalnya hanya menjadi tugas akhir kemudian berkembang menjadi sebuah studio desain yang terus bereksperimen dengan berbagai bentuk aksesori.

Enam tahun berselang, koleksi yang telah mereka hasilkan bahkan sudah melampaui 400 desain. Mulai dari cincin, kalung, anting, bros, hingga aksesori multifungsi yang bisa dipakai dengan berbagai cara.

Runa memang tidak pernah ingin aksesori hanya menjadi pelengkap busana. "Aku ingin menunjukkan bahwa satu produk bisa di-styling dengan banyak cara. Jadi lebih timeless, versatile, dan bisa dipakai dalam jangka waktu panjang. Bahkan harapannya suatu hari nanti bisa diwariskan ke anak," katanya.

Filosofi tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan mindful consumption yang diusung Gelap Ruang Jiwa: membeli lebih sedikit, tetapi memiliki produk yang bertahan lebih lama.

Inspirasi Bisa Datang dari Sebatang Es Krim

Magnum x Gelap Ruang Jiwa menghadirkan koleksi kolaborasi eksklusif bertajuk The Quite After: Senyap di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026/Foto: Doc. Gelap Ruang Jiwa

Bagi Runa, inspirasi tidak selalu datang dari dunia mode. Koleksi terbarunya bertajuk The Quiet of Earth (Senyap) justru lahir dari momen sederhana ketika melihat sang istri menikmati es krim seorang diri.

 "Dia lagi makan es krim sambil bengong, menikmati momen yang tenang. Dari situ muncul kata 'senyap', lalu ide koleksi ini berkembang," ujarnya.

Alih-alih meniru bentuk es krim secara harfiah, Runa mengolah berbagai elemen kecil yang sering luput diperhatikan.

 Tongkat es krim menjadi salah satu bentuk ikonik koleksi. Retakan cokelat pada gigitan pertama diterjemahkan menjadi tekstur logam yang tidak sempurna. Taburan almond menginspirasi detail-detail kecil pada perhiasan, sementara batu alam dipilih untuk merepresentasikan pistachio.

Proses kreatif tersebut memakan waktu sekitar enam bulan sebelum akhirnya memasuki tahap produksi selama dua bulan. Menurut Runa, eksplorasi ini menjadi "playground" baru bagi dirinya sebagai desainer.

Handcrafted oleh Perajin Lokal

Magnum x Gelap Ruang Jiwa menghadirkan koleksi kolaborasi eksklusif bertajuk The Quite After: Senyap di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026/Foto: Doc. Gelap Ruang Jiwa

Di tengah maraknya penggunaan material premium sebagai tolok ukur kemewahan, Gelap Ruang Jiwa justru memilih fokus pada nilai craftsmanshipSeluruh koleksi mereka dibuat menggunakan material seperti bronze dan silver, dengan proses produksi yang sepenuhnya dikerjakan oleh perajin lokal di Bandung dan Bali. "Visi kami memang sejak awal adalah handcrafted by local artisan," katanya.

Bagi Runa, keindahan sebuah perhiasan tidak hanya ditentukan oleh apakah ia terbuat dari emas atau logam mulia lainnya. "Orang sekarang menikmati jewelry bukan semata karena materialnya mahal, tetapi juga karena estetikanya. Cara pandang itu mulai bergeser."

Meski industri aksesori lokal terus berkembang pesat, Runa mengaku dirinya bukan tipe desainer yang mengejar tren. Ia justru lebih tertarik melihat perubahan cara orang memakai aksesori.

"Kalau dulu mungkin semua orang fokus memakai anting, sekarang muncul ear cuff atau cara styling yang lebih beragam. Menurut saya yang berubah lebih ke fungsi dan cara memakainya."

Karena itu, sebagian besar desain Gelap Ruang Jiwa dibuat agar fleksibel digunakan dalam berbagai kesempatan. Satu bros dapat dikenakan di blazer, tas, hingga scarf. Kalung dapat diubah menjadi aksesori pinggang. Pendekatan inilah yang menurutnya membuat produk tetap relevan meski tren berganti.

Perhiasan yang Menua Bersama Pemiliknya

Bronze menjadi material yang paling sering digunakan Gelap Ruang Jiwa. Berbeda dengan emas, logam ini akan mengalami proses penuaan alami sehingga warnanya perlahan berubah menjadi lebih hangat dan vintage.

Alih-alih menganggapnya sebagai kekurangan, Runa melihat proses tersebut sebagai bagian dari perjalanan sebuah perhiasan.

Namun bagi pelanggan yang ingin mengembalikan tampilannya seperti baru, Gelap Ruang Jiwa menyediakan layanan perawatan dan restorasi. "Kami ingin produk kami punya umur panjang. Kalau mau diperbaiki atau dipoles lagi, bisa kembali ke kami." Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen mereka terhadap praktik yang lebih berkelanjutan dalam industri mode.

Dari Bandung hingga Panggung Internasional

Magnum x Gelap Ruang Jiwa menghadirkan koleksi kolaborasi eksklusif bertajuk The Quite After: Senyap di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026/Foto: Doc. Gelap Ruang Jiwa

Kini, studio kreatif Gelap Ruang Jiwa berpusat di Bandung, sementara sebagian proses produksi dilakukan bersama para artisan di Bali. Meski lahir sebagai merek lokal, karya-karya mereka telah diperkenalkan di berbagai kota dunia, mulai dari Boston di Amerika Serikat hingga Beijing, Shanghai, Malaysia, dan Singapura.

Perjalanan tersebut membuktikan bahwa karya yang lahir dari tugas akhir mahasiswa dapat berkembang menjadi merek dengan identitas kuat apabila dibangun dengan konsistensi.

Bagi Runa, aksesori kini bukan lagi sekadar pelengkap penampilan. "Menurut saya sekarang aksesori sudah menjadi bagian utama dari gaya seseorang, bukan lagi sekadar pelengkap."

Dan mungkin, di situlah letak kekuatan Gelap Ruang Jiwa: menghadirkan perhiasan yang tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga mengabadikan cerita, emosi, dan momen-momen sederhana dalam bentuk yang bisa dikenakan setiap hari.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Parenting |