Gempa 7,1 SR Guncang Jepang, Korban Tewas Jadi 13 Orang

5 hours ago 8

JUMLAH korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang melanda prefektur Kumamoto di barat daya Jepang telah meningkat menjadi setidaknya 13 orang. Hal ini diungkapkan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada Rabu pagi 29 Juli 2026 menurut stasiun televisi pemerintah NHK seperti dilansir Anadolu.

Salah seorang korban tewas seperti dilansir Xinhua dan dikutip Antara adalah pekerja asal Vietnam. Dan, setidaknya satu warga Vietnam lainnya terluka mengutip Badan Manajemen Tenaga Kerja Kedutaan Besar Vietnam di Jepang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Korban tersebut terjebak di bawah sebuah crane pabrik yang roboh akibat gempa bumi dan kemudian meninggal dunia meski upaya penyelamatan telah dilakukan. Sementara itu, tujuh peserta magang teknis Vietnam lainnya yang bekerja di pabrik yang sama berhasil dievakuasi dengan selamat.

Dalam insiden terpisah, istri seorang pekerja Vietnam yang tinggal di Kota Uki, Prefektur Kumamoto, terluka setelah dinding rumahnya runtuh akibat gempa bumi tersebut.

Korban Luka dan Hilang

NHK juga melaporkan 33 orang terluka dan tujuh orang masih hilang akibat gempa tersebut.

Gempa berkekuatan 7,1 skala Richter tersebut menyebabkan kerusakan yang meluas, termasuk kebakaran rumah, runtuhnya jembatan, runtuhnya bangunan, dan hancurnya menara baja. Gempa tersebut juga menyebabkan sekitar 48.000 rumah tangga tanpa aliran listrik.

Gempa tersebut tercatat mencapai skala intensitas seismik Jepang maksimum 7, tingkat tertinggi. Gempa terakhir yang mencapai intensitas tersebut adalah gempa Semenanjung Noto tahun 2024 pada Hari Tahun Baru.

Pabrik kertas di kota Yatsushiro termasuk di antara lokasi yang paling parah terkena dampak. Para pejabat mengatakan 11 pekerja terjebak setelah gempa. Empat orang telah diselamatkan, termasuk dua orang yang ditemukan mengalami henti jantung dan dua orang dengan luka serius.

Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan untuk para pekerja yang tersisa.

Badan Survei Geologi AS (USGS) awalnya melaporkan gempa bumi tersebut berkekuatan 7,1 sebelum merevisinya menjadi 6,8.

Menurut USGS, gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer pada Selasa 28 Juli pukul 16.27 waktu setempat, sekitar 5 kilometer di sebelah timur Uto di prefektur Kumamoto.

Gempa susulan berkekuatan 5,6 terjadi pada pukul 17.08 waktu setempat, berpusat 16 kilometer di timur laut Tsunagi di Kumamoto, kata USGS.

Jalur kereta cepat Kyushu Shinkansen akan tetap ditangguhkan pada Rabu, sementara layanan trem di kota Kumamoto diperkirakan akan beroperasi kembali dengan kecepatan yang dikurangi.

Biro Transportasi Kota Kumamoto memperingatkan bahwa layanan dapat ditangguhkan lagi jika terjadi gempa bumi kuat lainnya.

Pihak berwenang mendesak warga untuk tetap waspada terhadap aktivitas seismik lebih lanjut.

Jepang, salah satu negara yang paling rawan gempa di dunia, terletak di sepanjang "Cincin Api" Pasifik dan mengalami sekitar 20 persen gempa bumi di dunia dengan magnitudo 6,0 atau lebih besar.

Read Entire Article
Parenting |