ERUPSI terbaru Gunung Dukono yang berlokasi di Halmahera Utara, Maluku Utara, menghasilkan letupan abu vulkanik dengan tinggi kolom mencapai 1.200 meter dari atas puncak kawah. Letusan itu terjadi pada Kamis petang, 23 April 2026, pukul 18.22 WIT.
Salah satu petugas Pos Pengamatan Gunung Dukono, Bambang Sugiono, mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu tebal dan mengarah ke sebelah barat laut. "Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," kata Bambang dalam laporannya untuk Badan Geologi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Vibrasi yang dihasilkan letusan itu beramplitudo maksimum 22 milimeter dan lama letusan mencapai 50.23 detik. Menurut Bambang, sebelumnya, Gunung Dukono meletus dua kali sejak pagi.
Letusan pertama terjadi pada pukul 08.54 WIT dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 900 meter di atas puncak. "Erupsi ini terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 52.13 detik," ucapnya.
Gunung setinggi 1.335 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu meletus lagi pada pukul 15.08 WIT dan memuntahkan abu setinggi 900 meter dari atas puncak kawah. Kolom abu yang mengepul ke langit berwarna putih bercampur kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Dukono berada pada Level II atau Waspada. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang dan Warirang.
Lana merekomendasikan agar masyarakat selalu mengenakan masker penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari ancaman bahaya abu vulkanik yang bisa masuk ke sistem pernapasan.
"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap," ujar Lana.

















































