Harapan Baru Pemuda Pemanjat Kelapa Pulau Obi Lewat PELITA

5 days ago 10

INFO TEMPO – La Yufri Rimasyira, setiap harinya memanjat pohon-pohon kelapa di Desa Soligi, Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Pria 33 tahun itu melakukan pekerjaan sebagai buruh pemanjat kelapa untuk menafkahi istri dan anaknya.

Kini, selama sebulan ke depan, La Yufri mengikuti pelatihan teknisi AC yang diselenggarakan Harita Nickel dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate. Dengan begitu, La Yufri memiliki keterampilan baru yang dapat membawanya menuju kehidupan yang lebih baik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Saya mengikuti program ini untuk meningkatkan kemampuan agar bisa bekerja di perusahaan sesuai dengan keterampilan yang saya pelajari. Saya ingin mengembangkan kemampuan sebagai teknisi AC supaya bisa membantu perekonomian keluarga," kata La Yufri.

Pemuda lainnya dari Desa Soligi, La Difan Rifai, 19 tahun, memiliki harapan serupa dengan mengikuti PELITA. La Difan sebelumnya hanya membantu orang tuanya berkebun. Mengetahui adanya program PELITA, dia langsung mendaftarkan diri karena ingin memiliki keterampilan yang dapat membuka jalan menuju dunia kerja.

"Harapan saya setelah mengikuti pelatihan ini saya bisa bekerja di perusahaan. Kalau belum ada kesempatan, saya ingin membuka usaha sendiri di kampung," ujar La Difan.

La Yufri dan La Difan merupakan dua dari 16 pemuda Pulau Obi yang mengikuti PELITA Batch 5 Teknisi AC Residensial selama 33 hari, mulai 29 Juni hingga 31 Juli 2026 di BPVP Ternate. Para peserta akan diajarkan teknis perawatan AC residensial mulai dari penggunaan alat ukur refrigerasi, teknik perbaikan komponen elektrik dan mekanik, hingga prosedur pemeliharaan unit AC indoor dan outdoor. 

Peserta juga akan dibekali kemampuan komunikasi, kerja sama, dan sikap kerja profesional sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun berwirausaha. Kepala BPVP Ternate, Abdul Aziz mengatakan seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi pada akhir pelatihan. 

Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh dua sertifikat, yakni sertifikat pelatihan dari BPVP Ternate dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sehingga memiliki pengakuan atas kompetensi yang dimiliki ketika memasuki dunia kerja. "Harapan kami, kolaborasi antara Harita Nickel, Kementerian Ketenagakerjaan melalui BPVP Ternate, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat terus berlanjut sehingga tenaga kerja yang ada di lingkar tambang itu bisa ditempatkan untuk berkontribusi di wilayah kerja baik di tambang maupun lingkar tambang," ujar Abdul Aziz.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara, Marwan Polosiri, mengapresiasi inisiatif ini. Menurut dia, PELITA menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kami mengapresiasi Program PELITA karena ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara perusahaan, pemerintah, dan BPVP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Beberapa hari lalu kami juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Harita Nickel untuk mendukung pelatihan-pelatihan ke depan. Program seperti ini perlu terus dilanjutkan, tidak hanya PELITA Batch 5, tetapi juga batch berikutnya dan bentuk-bentuk pelatihan lainnya," kata Marwan.

Community Development Manager Harita Nickel, Yuda Pranata, mengatakan, PELITA merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas akses pelatihan vokasi bagi masyarakat Pulau Obi agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Menurut dia, PELITA Batch 5 ini merupakan wujud nyata komitmen dari Harita Nickel dalam meningkatkan dukungan kapasitas masyarakat. 

"Karena kami percaya bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hanya mendukung dalam bentuk infrastruktur dan fasilitas tetapi juga mendukung dalam bentuk kapasitas,keterampilan dan kepercayaan diri bagi masyarakat," ucap Yuda.

PELITA merupakan program pelatihan vokasi yang diinisiasi Harita Nickel untuk membekali masyarakat Pulau Obi dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Sejak diluncurkan pada 2024, program ini terus berkembang melalui berbagai pelatihan, mulai dari operator Wheel Loader, operator Overhead Crane, pelatihan Bahasa Mandarin bagi pelajar, hingga kini pelatihan teknisi AC residensial. 

Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan BPVP Ternate, program ini diharapkan dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi generasi muda Pulau Obi untuk bekerja, berwirausaha, dan membangun masa depan yang lebih baik. (*).

Read Entire Article
Parenting |