Islah Bahrawi Ungkap Dugaan Penguntitan Mirip Kasus Andrie Yunus

2 hours ago 8

DIREKTUR Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengaku dirinya dan keluarganya masih diintai oleh orang tidak dikenal. Ia menduga pengintaian tersebut telah berlangsung selama sekitar 20 hari terakhir.

Islah mengatakan pola penguntitan yang dialaminya mirip dengan peristiwa yang dialami aktivis Andrie Yunus sebelum diserang menggunakan air keras. Surveillance itu terjadi kepada saya,” tutur Islah saat ditemui di markas Polda Metro Jaya, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Islah, aksi pengintaian tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti identitas pihak yang diduga menguntitnya selama hampir satu bulan terakhir.

Sebelumnya, Islah mengaku baru menyadari dirinya menjadi sasaran penguntitan pada 21 Mei 2026 setelah pulang menghadiri acara peringatan 28 tahun Reformasi di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Saat itu, tetangganya memberi tahu bahwa sejumlah orang tidak dikenal memotret garasi rumahnya.

Menurut Islah, orang-orang tersebut bahkan sempat masuk ke teras rumah tetangganya dan menanyakan secara rinci mengenai penghuni rumahnya, termasuk rutinitas dan jadwal aktivitas keluarga. Berdasarkan keterangan tetangganya, terdapat empat orang berbeda yang berulang kali datang dan menanyakan profil keluarga Islah.

Pada 24 Mei 2026, Islah memindahkan keluarganya ke tempat yang dianggap lebih aman. Namun, pada 1 Juni 2026, tetangganya kembali mengabarkan bahwa masih ada orang tidak dikenal yang memantau dan memotret rumahnya. Warga sempat memotret orang tersebut, tetapi wajahnya tidak terlihat jelas.

Islah mengklaim sejumlah bukti mengarah pada dugaan keterlibatan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penguntitan tersebut. “Ada beberapa gambar yang sudah kami dapatkan. Enam orang itu ternyata teridentifikasi sebagai anggota TNI,” kata Islah di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nas mengatakan Islah dapat menyerahkan informasi yang dimilikinya apabila memiliki data mengenai keterlibatan anggota TNI. “Pastinya TNI akan menindaklanjuti,” kata Muhammad Nas kepada Tempo.

Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Parenting |