Jalan Prancis Menuju Gelar Piala Dunia 2026 Masih Panjang

5 days ago 35

PENYERANG timnas Prancis Kylian Mbappe mengingatkan rekan-rekannya agar tidak cepat puas setelah memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Menurut dia, Les Bleus masih harus melewati tantangan yang lebih berat jika ingin kembali mengangkat trofi juara dunia.

Prancis menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal setelah mengalahkan Maroko 2-0 pada laga perempat final di Stadion Boston, Amerika Serikat, Jumat, 10 Juli 2026. Mbappe membuka keunggulan pada menit ke-60 sebelum Ousmane Dembele menggandakan skor enam menit kemudian.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Jalan kami masih panjang. Kami tahu bahwa lawan yang akan datang lebih berat daripada yang sudah kami hadapi. Kami siap menghadapi tantangan berikutnya," kata Mbappe seusai pertandingan seperti dikutip dari Antara.

Kemenangan itu membawa Prancis mencatatkan semifinal Piala Dunia ketiga secara beruntun sejak edisi 2018. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Les Bleus berhasil keluar sebagai juara. Di semifinal kali ini, tim asuhan Didier Deschamps akan menghadapi pemenang laga Spanyol melawan Belgia untuk memperebutkan satu tempat di final.

Meski berhasil melangkah ke empat besar, Mbappe menegaskan fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada pertandingan semifinal. Penyerang berusia 27 tahun itu menilai Prancis harus mampu mempertahankan performa terbaiknya jika ingin kembali menjadi kampiun dunia.

Di kubu lawan, pelatih Maroko Mohamed Ouahbi mengakui kualitas individu para pemain Prancis menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Menurut dia, timnya sebenarnya mampu bertahan dengan baik, tetapi aksi Mbappe mengubah jalannya laga.

"Kami harus mengakui bahwa kami menghadapi lawan yang sangat bagus. Kami sangat kesulitan pada babak pertama, dan penyelamatan penalti Bounou membuat kami tetap bertahan dalam pertandingan. Pada babak kedua kami bertahan lebih baik dan lebih tenang saat menguasai bola. Pada akhirnya, itu ditentukan oleh aksi individu luar biasa dari Mbappe," ujar Ouahbi seperti dikutip dari FIFA.

Ouahbi mengaku kecewa karena Maroko gagal melangkah lebih jauh. Namun, ia menilai anak asuhnya telah mengerahkan kemampuan terbaik di tengah keterbatasan skuad. Maroko, kata dia, harus menghadapi cedera sejumlah pemain, minimnya opsi di bangku cadangan, serta kelelahan akibat padatnya jadwal pertandingan.

Meski perjalanan Singa Atlas terhenti di babak perempat final, Ouahbi optimistis masa depan sepak bola Maroko tetap menjanjikan apabila proses pembangunan tim terus berlanjut. "Tentu kami ingin menang dan sudah melakukan segalanya, tetapi kami menghadapi lawan yang sangat sulit," kata pelatih berusia 48 tahun itu.

Ouahbi menambahkan perjuangan Maroko di Piala Dunia 2026 bukan hanya untuk negaranya, tetapi juga membawa harapan masyarakat Maroko serta banyak pendukung dari Asia dan Afrika. "Banyak orang melihat diri mereka pada tim ini, dan kami akan terus bekerja untuk memenangkan gelar di masa depan," ujar dia.

Read Entire Article
Parenting |