Mobil Formula Mahasiswa ITB Akan Berlaga di Jepang

5 days ago 10

CERBERUS Racing Team dari Institut Teknologi Bandung (ITB) membuat mobil balap CRT-02 untuk ajang Formula Student gelaran Society of Automotive Engineers di Jepang pada 3-7 Agustus 2026. Tim mahasiswa lintas program studi itu mengembangkan mobil balap sebelumnya di lomba serupa tahun lalu.

“Formula Student itu ajang untuk mahasiswa di seluruh dunia berkompetisi membuat mobil gaya formula mulai dari merancang sampai jadi lalu dipresentasikan dan dibalapkan,” kata ketua tim, Muzhaffar Omar Priambodo, Kamis, 9 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mobil balap CRT-02 memiliki panjang 3,3 meter dengan lebar 1,7 meter. Adapun bobotnya mencapai 332 kilogram beserta pengemudi. Pada versi terbarunya, rangka mobil formula ITB dibuat lebih besar dengan komponen yang disederhanakan, misalnya dengan menghilangkan bagian sayap depan sementara sayap belakang diubah seperti sirip hiu. “Sebisa mungkin dibuat aerodinamis supaya lebih efisien dengan sedikit bahan bakar,” ujarnya. 

Tim juga membuat sendiri sistem kontrol mesin berbasis Electronic Control Unit (ECU) yang harganya lebih murah dibandingkan produk jadi. Pengembangan lain pada sistem kemudi dan memanfaatkan material komposit karbon yang variatif untuk menyeimbangkan kekuatan dan efisiensi bobot kendaraan. Mereka menargetkan mobil formula itu bisa melaju dengan kekuatan tenaga maksimal 103,34 hp sesuai hasil simulasi.

Kompetisi sendiri terdiri dari kategori mobil formula bermesin pembakaran internal atau menggunakan bensin serta bertenaga listrik. Ada pun aturan dan spesifikasi kendaraan mengacu pada regulasi Formula Society of Automotive Engineers serta ketentuan di negara penyelenggara acara. Selain di Jepang, kompetisi juga digelar di Cina, Eropa, Australia, dan beberapa negara bagian Amerika Serikat. 

Menjelang lomba, tim merencanakan untuk uji kendaraan di Bandung pekan depan. Hasil pengujian nantinya berguna untuk pengembangan kendaraan selanjutnya. Pada pembuatan mobil formulanya tahun ini mereka mendapat bantuan dari kampus, sponsor, penggalangan dana publik, serta ikatan orang tua mahasiswa. 

Menurut Omar, pada tahun ini mobil yang mereka buat belum akan disertakan dalam lomba dinamik atau balapan langsung di lintasan sirkuit. “Kami akan ikut lomba yang statik dulu,” ujarnya. Mobilnya dilombakan lewat presentasi karya. Rencananya tim ITB bakal ikut balapan pada tahun depan setelah mengoptimalkan waktu untuk pengembangan mobil dan efisiensi alokasi anggaran.

Lomba untuk mahasiswa teknik itu mengarah ke pengembangan mobil balap. Menurutnya, banyak potensi dari hasil kompetisi untuk berlanjut ke bidang motorsport. Sementara di luar negeri diarahkan ke dunia balap mobil atau mantan pesertanya dicari perusahaan teknologi luar angkasa. 

Read Entire Article
Parenting |