KENDARAAN Taktis Korps Brigade Mobil terlihat terparkir di sekitaran Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Puluhan personel Brimob turun dari Rantis dengan persenjataan lengkap dan seragam hitam, mereka ditempatkan sekitaran Mabes Polri, Kamis, 9 juli 2026 pukul 11.40 WIB.
Peristiwa itu menyusul isu penggerebekan yang diduga dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) dini hari tadi pukul 03.40 WIB. Sejumlah saksi mata mengaku melihat puluhan anggota TNI berada di dalam kompleks Polda Metro Jaya sekitar pukul 03.40 WIB.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Berdasarkan pantauan Tempo, kawasan Mabes Polri terpantau kondusif, tapi Pasukan Brimob masih melakukan penjagaan. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa pengerahan personil Brimob itu bukan merupakan pengetatan keamanan berlebihan. Menurutnya, kondisi masih kondusif dan masyarakat masih dilayani dengan baik
"Enggak juga (pengetatan keamanan), warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan Polri, tetap dilayani dengan mudah di Mabes Polri," ujar Johnny saat dihubungi, Kamis.
Sementara, Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas membantah adanya intervensi TNI terhadap proses hukum yang berjalan di Polda Metro Jaya. "TNI menghormati proses hukum dan tidak intervensi terhadap mekanisme yang berlaku," kata Nas saat dihubungi, Kamis.
Sehari sebelumnya, Rabu, 8 Juli 2026, tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian RI (Kortastipidkor Polr)i dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi dalam penyidikan perkara korupsi.
Penggeledahan itu berkaitan dengan tiga kasus korupsi. Di antaranya dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU dan suap di kasus PT Asabri; korupsi pasokan batu bara yang menyebabkan padamnya listrik atau blackout di Sumatera; serta perkara PT Krakatau Steel. "Ada beberapa lokasi yang secara serempak dilaksanakan penggeledahan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto pada Rabu, 8 Juli 2026.
Penyidik juga menggeledah Cafe de’Clan Signature di jalan Cilandak Tengah, Cipete, Jakarta Selatan, kemarin. Kepala Kortastipidkor Polri Inspektur Jenderal Totok Suharyanto mengatakan penggeledahan itu berkaitan dengan ketiga perkara tersebut. "Kami terus melakukan upaya penegakan hukum, saat ini dengan skema joint investigation," kata Totok.
Pantauan Tempo Hingga pukul 14.50 WIB kondisi Mabes Polri masih berjalan kondusif belum adanya pengetatan pengamanan kawasan secara masif.
Pilihan editor: Siapa Ferry Hongkiriwang Pemicu Konflik Jaksa-Polisi















































