Polisi Perketat Penjagaan Barang Bukti 3 Kasus Korupsi

5 days ago 36

PERSONEL Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya memberlakukan pengetatan pengamanan di markas mereka. Kebijakan ini diambil menyusul puluhan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang datang menggeruduk tempat itu pada Kamis dini hari, 9 Juli 2026.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan pihaknya harus memastikan barang bukti tiga perkara korupsi aman. "Harus kami amankan secara bersama-sama, tidak boleh hilang, tidak boleh rusak," ujar Budi, Jumat dini hari, 10 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Budi, pengetatan pengamanan juga dilakukan untuk memastikan pemeriksaan saksi dalam perkara itu lancar. Pengamanan baru akan normal kembali setelah semua proses hukum kasus tersebut dinyatakan tuntas.

Sebelumnya, puluhan anggota TNI secara tiba-tiba mendatangi Markas Polda Metro Jaya pada Kamis dini hari, 9 Juli 2026. Peristiwa itu terjadi setelah kepolisian menggeledah sebuah kafe dan rumah mewah yang berkaitan dengan tiga kasus korupsi berbeda pada Rabu, 8 Juli 2026.

Sejumlah saksi mata mengaku melihat puluhan anggota TNI berada di dalam kompleks Polda Metro Jaya sekitar pukul 03.40 WIB. Berdasarkan pantauan Tempo pada pukul 09.00 WIB, sejumlah kendaraan dinas TNI berpelat hijau-merah juga terpantau hilir mudik di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo dan dibenarkan dua petinggi Polri, kedatangan puluhan prajurit itu dikomandoi oleh Direktur C Badan Intelijen Strategis atau Bais TNI, Brigadir Jenderal Wahyo Yuniartoto. Wahyo pernah menjabat sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto pada 2024.

Selain Wahyo, ada pula nama Brigadir Jenderal Anggiat Napitupulu dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dikabarkan juga mendatangi Markas Polda Metro Jaya. Dia datang bersama sepuluh prajurit berseragam dan bersenjata serta lima personel kejaksaan yang mengenakan pakaian sipil.

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas membantah informasi terkait dugaan penggerudukan tersebut. "Saya sudah cek, informasi tersebut tidak benar," kata Nas saat dihubungi pada Kamis, 9 Juli 2026.

Nas juga membantah adanya intervensi dari institusinya terhadap proses hukum yang kini sedang berlangsung di Polda Metro Jaya. "TNI menghormati proses hukum dan tidak intervensi terhadap mekanisme yang berlaku," kata dia.

Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian RI (Kortastipidkor Polri) beserta Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya diketahui baru saja menggeledah 12 lokasi dalam penyidikan perkara korupsi. Ada total tiga perkara yang didalami. 

Pertama adalah dugaan tindak pidana pencucian uang dan suap di PT Asabri, lalu korupsi pasokan batu bara yang menyebabkan padamnya listrik atau blackout di Sumatera, serta perkara PT Krakatau Steel. "Ada beberapa lokasi yang secara serempak dilaksanakan penggeledahan," kata Komisaris Besar Budi Hermanto, Rabu, 8 Juli 2026.

Hammam Izzuddin dan Nabiila Azzahra ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 
Read Entire Article
Parenting |