PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan atau OTT di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Operasi senyap tersebut digelar tim penyelidik dan penyidik KPK sejak Kamis, 9 Juli 2026.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa lembaganya menangkap lima orang dalam OTT tersebut. Salah satunya adalah Bupati Sukoharjo Etik Suryani. "Para pihak kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta," ucap Budi lewat keterangan tertulisnya pada Jumat, 10 Juli 2026.
Budi mengatakan tim penyelidik dan penyidik KPK telah melakukan serangkaian pemeriksaan awal terhadap lima orang tersebut. Saat ini, kata Budi, lembaganya tengah memboyong lima orang yang terjaring OTT itu ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih intensif.
Menurut Budi, kasus yang menjerat Bupati Etik Suryani berkaitan dengan dugaan pemerasan kepada para perangkat daerah di Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Budi belum merinci kasus pemerasan tersebut karena KPK bakal mendalami keterangan sejumlah pihak yang terjaring OTT.
Profil Etik Suryani
Berdasarkan laman resmi Pemkab Sukoharjo, Etik Suryani lahir di Surakarta, 15 Maret 1963. Etik Suryani merupakan lulusan sarjana ekonomi di Universitas Surakarta pada 2010 dan melanjutkan karir pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adi Unggul Bhirawa Surakarta dengan memperoleh gelar magister manajemen pada 2018.
Sebelum menjajal karir di politik, Etik Suryani pernah bekerja di Bank Bumi Arta Tbk selama 27 tahun sejak 1983-2010. Dalam periode tersebut, Etik juga mengikuti pendidikan dan pelatihan lokakarya kepemimpinan supervisor bagian A dan B pada 1995.
Kemudian, Etik Suryani mulai menjajal peruntungannya di karier politik dengan mengikuti pembekalan kader perempuan seluruh Jawa Tengah Dewan Perwakilan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Jawa Tengah pada 2007. Setelah itu, ia juga mengikuti pendidikan pada Badan Sertifikasi Manajemen Risiko pada 2008-2009.
Tak hanya itu, Etik Suryani juga mengikuti pendidikan orientasi pengembangan kepribadian dan kepemimpinan Kementerian Dalam Negeri pada 2011 serta 2016.
Etik Suryani telah malang melintang menjajaki karier politiknya yang membawanya menjadi Bupati Sukoharjo periode pertamanya pada 2021-2025. Saat itu Etik berpasangan dengan Agus Santosa sebagai Wakil Bupati Sukoharjo.
Pada Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024, Etik kembali memenangkan pemilihan dan melanjutkan posisi bupati untuk periode 2025-2030. Dalam periode ini, Etik menggandeng Eko Sapto Purnomo sebagai Wakil Bupati Sukoharjo.
Etik Suryani punya kekayaan Rp 9 miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Etik Suryani ke KPK pada 2025, ia tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 9 miliar. Etik mempunyai tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri dengan total Rp 4,8 miliar.
Selain itu, Etik Suryani juga memiliki tiga kendaraan roda empat yang totalnya mencapai Rp 475 juta. Kendaraan tersebut yakni mobil jenis Toyota minibus tahun 1980 senilai Rp 98 juta, kendaraan roda empat jenis Toyota minibus tahun 1977 seharga Rp 125 juta, serta Toyota Vellfire 2,4 tahun 2010 senilai Rp 252 juta. Etik juga memiliki harta bergerak lainnya yang ia catat sebanyak Rp 2,7 miliar.















































