Respons BGN Soal Kasus Keracunan MBG di Blora

3 hours ago 6

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, mengatakan mereka akan mencari tahu penyebab kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri Sendangrejo, Blora.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia berharap, hasil tersebut akan memperbaiki tata Kelola MBG ke depannya. “Kami akan bekerja sama dengan teman-teman di Kemenkes maupun teman-teman di dinas kesehatan yang ada di lokasi keracunan MBG tersebut,” kata Prima saat sesi konferensi pers di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2026.

Sebanyak 19 siswa Sekolah Dasar Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, keracunan setelah menyantap MBG pada Senin, 20 Juli 2026. Mereka sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat Pusat Kesehatan Masyarakat Ngawen.  "Sudah pulang semua dan dipantau sampai hari ini tidak ada gejala yang muncul lagi," ujar Bupati Blora, Arief Rohman, pada Selasa 21 Juli 2026.

Menurut dia, satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG yang menyuplai MBG ke SDN Sendangsari telah berhenti beroperasi sementara. "Mulai hari ini SPPG Bogowanti tutup sementara," tuturnya.

Rincian para siswa yang mengalami keracunan, yaitu kelas III ada tiga anak, kelas IV ada tujuh anak, kelas V ada delapan anak, dan kelas VI ada satu anak. Berdasarkan salinan laporan hasil penyelidikan Dinas Kesehatan Blora, SPPG itu dikelola Yayasan Mitra Cendikia Waskita. Selama ini SPPG itu menyalurkan MBG kepada 2.341 penerima.

SPPG Bogowati menyajikan menu MBG berupa nasi putih; telur bumbu kuning; tumis kacang, wortel, dan putren; buah anggur; serta susuk kemasan. Kesimpulan laporan itu menyebut keracunan diduga lantaran mengonsumsi susu yang tak disimpan dengan baik.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menyoroti masih terjadinya kasus keracunan pangan penerima manfaat akibat mengkonsumsi makan gratis dari pemerintah itu.

Dia mengatakan, masih adanya kasus keracunan MBG menunjukkan amat lemahnya pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap SPPG, termasuk pada tugas dan kinerja SPPI yang bertanggung jawab terhadap kualitas gizi dan keamanan pangan. "BGN harusnya fokus pada kualitas bukan kuantitas saja," kata Yahya, Sabtu, 9 Mei 2026.

Jamal Abdun Nashr dan Andi Adam Faturahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Parenting |