Survei Bank Indonesia: Manufaktur Masih Ekspansi Triwulan II

6 hours ago 4

HASIL survei kegiatan dunia usaha Bank Indonesia memaparkan manufaktur atau industri pengolahan Indonesia pada triwulan II 2026 tetap berada pada fase ekspansi dengan angka Prompt Manufacturing Index BI (PMI-BI) sebesar 51,43 persen. Meski demikian ekspansinya melambat dibanding triwulan pertama yang tercatat 52,03 persen.

“Berdasarkan komponen pembentuknya, mayoritas komponen berada pada fase ekspansi, yaitu volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan volume total pesanan,” demikian dipaparkan dalam siaran pers Bank Indonesia, Jumat, 17 Juli 2026.

Volume produksi pada triwulan kedua 2026 tercatat di level 53,81 persen. Sedangkan volume persediaan barang jadi serta volume total pesanan masing-masing 53 persen dan 52,77 persen. BI mencatat kinerja volume produksi sejalan dengan terjaganya permintaan masyarakat yang didukung oleh tetap kuatnya total pesanan, tingginya persediaan barang jadi, serta ketersediaan sarana produksi.

Sedangkan kinerja komponen jumlah tenaga kerja pada triwulan II 2026 mencatatkan penurunan dengan indeks sebesar 48,65 persen atau lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 48,76 persen. Sementara itu, pada triwulan berikutnya, penggunaan tenaga kerja diprakirakan mengalami perbaikan dengan nilai indeks yang sedikit lebih tinggi yaitu sebesar 49,70 persen, namun masih kontraksi atau berada di bawah batas ekspansi 50 persen.

Adapun berdasarkan sub lapangan usaha, sebagian besar juga berada pada fase ekspansi. Dengan indeks tertinggi pada industri mesin dan perlengkapan, diikuti oleh industri makanan dan minuman, industri logam dasar, serta industri barang galian bukan logam.

Survei BI memperkirakan kinerja lapangan usaha industri pengolahan meningkat pada triwulan III 2026 dengan proyeksi indeks sebesar 52,32 persen atau berada pada fase ekspansi. Ekspansi terutama didorong oleh volume produksi menjadi 54,33 persen, lalu volume persediaan barang jadi sebesar 53,67 persen dan volume total pesanan 53,66 persen.

Mayoritas sub lapangan usaha diprediksi berada pada fase ekspansi pada triwulan berikutnya. Dengan indeks tertinggi pada industri mesin dan perlengkapan, diikuti oleh industri pengolahan tembakau, industri logam dasar, serta Industri alat angkutan.

Read Entire Article
Parenting |