Yogya Benahi Paket Kampung Wisata dan Kalender Event

3 days ago 12

PEMERINTAH Kota Yogyakarta tengah menggencarkan strategi baru untuk memacu laju sektor pariwisata. Dengan mengalihkan fokus dari investasi skala besar menjadi pembenahan kampung wisata serta pematangan kalender event yang terintegrasi. Hal ini dilatarbelakangi makin kompetitifnya industri pariwisata di Tanah Air yang terus bergerak sebagai salah satu penyumbang penting pendapatan daerah.

"Pergeseran tren wisata kini makin mengutamakan pengalaman, yang mengharuskan setiap wilayah mampu meramu konsep apa yang bisa dilihat, dibeli, dimakan, dan dilakukan wisatawan," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Kadri Renggono, Minggu 12 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Para pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kota Yogya pun telah dikumpulkan akhir pekan ini untuk membahas berbagai persoalan itu. Termasuk salah satunya menyepakati pembenahan paket kampung wisata.

Kadri mengungkap, kampung wisata harus berani berbenah, dan menentukan keunggulannya lalu menggarapnya serius agar layak dipasarkan. Sebab dari 46 kampung wisata yang ada di Kota Yogyakarta, baru sebagian kecil saja yang dikenali wisatawan dan kunjungannya relatif stabil.

Sebab itu, kampung wisata dapat berjejaring kuat dengan perhimpunan hotel dan biro perjalanan menciptakan paket wisata yang solid. "Investasi pariwisata di masa depan harus lebih inklusif agar manfaatnya dapat menyentuh langsung lapisan masyarakat di kampung-kampung," ujar Kadri.

Tantangan kampung wisata

Kepala Dinas Pariwisata Lucia Daning Krisnawati mengakui, tantangan saat ini membuat kampung-kampung wisata dapat bertahan dan stabil menjaring pengunjung. "Kampung wisata perlu juga naik kelas, mulai dari tahap rintisan hingga menjadi mandiri," kata Daning.

Dari 46 kampung wisata itu, baru ada satu kampung wisata yang sudah di fase mandiri. Agar menjadi kampung wisata mandiri, diperlukan pengemasan dan penjenamaan yang lebih profesiona, sehingga kampung wisata mampu menangkap peluang kunjungan.

Pegiat kampung wisata dari Pokdarwis Kampung Klitren Yogyakarta Didi Aris Hermanto mengatakan untuk membangkitkan gairah kunjungan kampung wisata perlu magnet khusus yang disokong kebijakan pemerintah.

Misalnya di Kampung Klitren, berkat adanya event Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman setiap pekan, aktivitas warga ikut menggeliat. "Masyarakat bisa menampilkan beragam atraksi di situ dan menjadi ruang menggerakkan ekonomi kampung wisata," kata dia.

Kota festival

Selain menggarap kampung wisata, Pemkot Yogyakarta juga menata kembali Calendar of Event atau Kalender Event-nya, karena berambisi menjadi Kota Festival Dunia, yang mengandalkan event sebagai satu kunci pendongkrak kunjungan wisata.

Direktur Jogja Festivals Dinda Intan Pramesti Putri mengusulkan sistem kurasi berlapis yang membagi kegiatan ke dalam tiga tingkatan, yakni acara unggulan berskala internasional, kegiatan strategis nasional, dan festival komunitas berbasis partisipasi warga. 

"Jadi kalender event bukan lagi sekadar daftar agenda, melainkan instrumen penjenamaan kota yang menghubungkan sektor seni, budaya, hingga industri MICE dalam satu platform agar mampu bersaing dengan kota festival dunia lainnya seperti Adelaide dan Singapura," kata dia.

Melalui penguatan identitas lokal di kampung wisata dan orkestrasi festival yang terencana, Yogyakarta dinilai dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak lagi terpusat di kawasan konvensional, melainkan menyebar secara merata di seluruh penjuru kota.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menuturkan untuk menjadikan Yogya sebagai Kota Festival Dunia, penataan event harus bisa melampui cara pandang birokrasi yang kaku. "Pemerintah harus berperan sebagai fasilitator yang memberikan sentuhan kecil namun tepat sasaran bagi para pelaku kreatif," kata dia. 

Read Entire Article
Parenting |