PENYERANG Norwegia Erling Haaland menjadi perbincangan di media sosial usai membagikan foto dirinya membawa replika rakun sambil memegang botol wiski saat tiba di Oslo, Norwegia, sepulang dari Piala Dunia 2026 pada Senin, 13 Juli 2026. Unggahan di akun Instagram pribadinya @erling itu telah disukai lebih dari lima juta pengguna bahkan mendekati 8,1 juta akun hingga 15 Juli 2026.
Haaland hanya menulis kalimat singkat, "It followed me home (Dia mengikutiku sampai di rumah)," disertai emoji rakun dan tertawa, dalam unggahannya. Kalimat itu merupakan candaan yang menyiratkan seolah-olah rakun tersebut "mengikutinya pulang", bukan sengaja dibeli.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Foto itu memunculkan beragam spekulasi. Sebagian warganet mengira rakun tersebut memiliki makna simbolis tertentu atau merupakan maskot Piala Dunia 2026. Namun, anggapan itu tidak benar.
Rakun yang dibawa Haaland merupakan suvenir taksidermi atau hewan yang diawetkan. Seperti dilansir WCNC, Haaland membeli rakun yang telah diawetkan itu di Wild Bill's Western Store di Dallas dengan harga sekitar US$ 750 (sekitar Rp 12 juta). Rakun yang dijuluki "Whiskey Raccoon" oleh para pengunjung toko itu dibeli ketika tim nasional Norwegia berada di Texas untuk mengikuti Piala Dunia.
Texas menjadi bagian penting dalam perjalanan Norwegia di Piala Dunia. Tim itu meraih kemenangan pertama sepanjang sejarah di babak gugur Piala Dunia setelah mengalahkan negara Pantai Gading pada babak 32 besar di Stadion AT&T, Arlington, pada 30 Juni 2026.
Pihak Wild Bill's Western Store @wildbillswesternstore bahkan ikut mengomentari unggahan Haaland di Instagram. Mereka menulis, "We know that raccoon! So cool seeing our little raccoon made it to Norway!" atau "Kami mengenal rakun itu! Senang melihat rakun kecil kami berhasil sampai ke Norwegia," tulis akun tersebut.
Komentar tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa rakun yang dibawa Haaland memang merupakan barang yang dibeli dari toko mereka.
Tidak Ada Makna Simbolis
Berbeda dengan berbagai spekulasi yang beredar, rakun itu tidak memiliki makna khusus ataupun berkaitan dengan budaya Norwegia maupun Piala Dunia. Haaland memilih membawanya pulang semata karena menganggapnya unik dan lucu.
Dalam kanal YouTube pribadinya, pada 30 Juni 2026 penyerang Manchester City itu juga membeli sejumlah atribut bergaya koboi, seperti topi, hingga kaos bertuliskan "Y'all Can Kiss My Dallas" di toko Wild Bill’s Western Store beberapa jam setelah Norwegia mengalahkan Pantai Gading 2–1 di babak 32 besar Piala Dunia 2026, kemudian viral di media sosial, yang akhirnya menjadi dampak besar bagi toko tersebut.
“Ini benar-benar istimewa ketika hal seperti ini terjadi pada toko kecil seperti kami,” kata pemilik Wild Bill’s Western Julie Newport.
Rakun taksidermi menjadi salah satu oleh-oleh paling mencolok yang ia pilih.
Aksi tersebut dinilai mencerminkan karakter Haaland yang kerap menampilkan sisi humor di luar lapangan. Sebelumnya, ia juga beberapa kali menjadi perhatian karena gaya berpakaiannya dan unggahan-unggahan jenaka di media sosial.
Picu Perdebatan di Media Sosial
Meski banyak penggemar menganggap aksi Haaland menghibur, sebagian warganet justru mempertanyakan penggunaan hewan yang diawetkan sebagai souvenir.
"@wildbillswesternstore Apakah ini benar? Karena kalau rakun ini dibunuh hanya untuk dijadikan pajangan seperti ini, menurutku itu sangat menjijikkan. Aku sedih Haaland sampai membawanya jauh-jauh ke Norwegia. Tolong jelaskan," tulis komentar @mcr***
Dalam kolom komentar Instagram, beberapa pengguna mempertanyakan asal-usul rakun tersebut dan mengkritik praktik taksidermi. Ada pula yang mengira rakun itu dibunuh khusus untuk Haaland.
Menanggapi komentar tersebut, akun Wild Bill's Western Store tidak memberikan penjelasan mengenai proses taksidermi, tetapi hanya menegaskan bahwa rakun itu merupakan produk dari toko mereka.
"We know that raccoon! So cool seeing our little raccoon made it to Norway!," komentar @wildbillswesternstore di kolom komentar media sosial unggahan Erling Haaland.
Sejumlah pengguna lain kemudian menjelaskan bahwa rakun tersebut merupakan barang yang sudah tersedia di toko dan dibeli Haaland sebagai souvenir, bukan dibuat secara khusus untuk sang pemain. “Maksudnya, dia membelinya di sana, bukan berarti rakun itu dibunuh khusus untuknya,” @upsidedownli*** membalas komentar @mcr***
Terlepas dari perdebatan itu, unggahan Haaland sukses menjadi viral dan kembali menunjukkan bagaimana hal-hal sederhana di luar lapangan mampu menarik perhatian publik.














































