Danantara Mulai Merger 4 Manajer Investasi BUMN

6 hours ago 11

DANANTARA Indonesia melalui PT Danantara Asset Management menandatangani share purchase agreement atau perjanjian pembelian saham atas saham PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, dan PT PNM Investment Management.

Penandatanganan itu menandai beralihnya pengendalian empat perusahaan manajer investasi BUMN kepada Danantara, yang secara kolektif mencatatkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) lebih dari Rp 170 triliun per Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan pengambilalihan pengendalian itu bukan sekadar transaksi pembelian saham, melainkan upaya membangun kekuatan baru dalam industri manajemen investasi nasional. "Keempat perusahaan ini memiliki pengalaman, jaringan, dan kapabilitas yang kuat, serta secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp 170 triliun," kata Dony, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.

Danantara memastikan merger akan diarahkan melalui strategi dan tata kelola yang semakin baik agar mampu tumbuh lebih kuat, kompetitif, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar. "Dalam satu bulan ke depan, keempat asset management ini akan melakukan merger menjadi satu perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan oleh Danantara Indonesia,” ujar Dony.

Dengan model bisnis yang terintegrasi, Dony menjelaskan, perusahaan hasil konsolidasi akan memperluas akses investasi bagi investor ritel maupun institusi. Selain itu, menghadirkan solusi investasi yang semakin kompetitif untuk menjawab kebutuhan pasar. "Sejalan dengan arah strategis tersebut, perusahaan hasil konsolidasi akan menggabungkan kekuatan, pengalaman, dan keunggulan masing-masing perusahaan manajer investasi guna membangun institusi dengan skala, kapabilitas, serta daya saing yang lebih kuat," tutur Dony.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, mengatakan fondasi itu menjadi modal penting bagi entitas baru untuk tumbuh sebagai salah satu perusahaan manajemen investasi terdepan di Indonesia. "Kami optimistis industri manajemen investasi Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik di tingkat domestik maupun global," kata Hardiyanto.

Di segmen ritel, perusahaan hasil konsolidasi akan mengembangkan produk investasi tematik dan memperluas akses investasi melalui jaringan bank Himbara, seiring dengan pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) nasional yang telah melampaui 20 juta investor.

Sedangkan di segmen institusi, perusahaan akan memperkuat kapabilitas pengelolaan investasi melalui perluasan basis investor serta penyediaan solusi investasi yang lebih komprehensif bagi berbagai lembaga domestik.

“Kami melihat momentum yang sangat besar di depan. Dengan basis investor ritel yang terus bertumbuh dan kepercayaan institusi yang semakin kuat, sinergi keempat entitas ini akan menjadikan perusahaan hasil konsolidasi sebagai mitra investasi pilihan bagi jutaan masyarakat Indonesia,” ujar Hardiyanto.

Read Entire Article
Parenting |