Erupsi Gunung Semeru Semburkan Abu Vulkanik 1 Kilometer

3 hours ago 7

HUJAN abu tipis mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang menyusul erupsi Gunung Semeru pada Rabu pagi menjelang subuh, 15 Juli 2026. Erupsi yang tercatat sekitar pukul 04.19 WIB itu menyemburkan abu vulkanik setinggi 1 kilometer di atas puncak.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, melaporkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. "Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 204 detik," ujar petugas PGA Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis, Rabu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sementara itu, berdasarkan pengamatan kegempaan selama enam 6 jam terakhir hingga Rabu pagi ini pukul 06.00 WIB, menyebutkan ada 12 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 73-204 detik. Tercatat juga 7 kali gempa guguran dengan amplitudo 1-5 mm dan lama gempa 54-91 detik.

Pos PGA Semeru juga mencatat ada 4 kali gempa embusan dengan amplitudo 2-7 mm, dan lama gempa 51-64 detik. Selain itu 6 kali harmonik dengan amplitudo 1-15 mm, dan lama gempa 97-539 detik. Gempa tektonik jauh tercatat 1 kali dengan amplitudo 12 mm, S-P 19 detik dan lama gempa 64 detik.

Sedangkan rekapitulasi aktivitas kegempaan Gunung Semeru pada 14 Juli 2026 selama 24 jam tercatat 79 kali kegempaan yang terdiri dari gempa erupsi 53 kali, gempa guguran 16 kali, embusan 8 kali dan tremor 1 kali.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang  Isnugroho mengatakan status aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini masih di level III atau Siaga. 

Dia mengatakan dari sejumlah data kegempaan itu, potensi terjadinya erupsi berupa awan panas guguran masih ada. Ia juga mengungkapkan sejak Sabtu, 11 Juli 2026, debu vulkanik mengarah ke Kota Lumajang dan mengakibatkan hujan abu tipis. "Kami sarankan menggunakan masker bagi pengguna kendaraan roda 2," ujarnya, Rabu. 

Pada status Siaga ini, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi, antara lain warga tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). 

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Read Entire Article
Parenting |