TEMPO.CO, Jakarta - Bulan Sabit Merah Palestina pada Kamis mengatakan timnya berhasil memasuki Tel al-Sultan di Rafah, Jalur Gaza selatan, dan menyelamatkan jasad seorang paramedis dari sembilan kru medis lainnya yang terjebak dalam pengepungan Israel lima hari lalu.
Dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Anadolu, organisasi palang merah Palestina itu mengatakan setelah lima hari upaya koordinasi, timnya yang didampingi petugas Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), berhasil mencapai Tel al-Sultan, tempat pasukan Israel mengepung dan menyasar kru medis.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Petugas penyelamat menemukan jenazah seorang paramedis tetapi terpaksa mundur karena hari sudah gelap. Rencananya mereka melanjutkan upaya pencarian pada Jumat pagi 28 Maret 2025.
Palang Merah sebelumnya melaporkan kehilangan kontak dengan tim medisnya setelah pasukan Israel mengepung mereka saat mereka berusaha menyelamatkan korban serangan udara dan artileri di Rafah.
Militer Israel pada Ahad melancarkan serangan udara dan darat di Tel al-Sultan. Aksi biadab pasukan Zionis di bukan suci Ramadan itu menewaskan dan melukai warga sipil serta mengepung ribuan warga Palestina, termasuk petugas tanggap darurat.
Kantor media Gaza sebelumnya juga mengatakan pasukan Israel menculik 15 orang paramedis dan pekerja pertahanan sipil di Rafah, dan mendesak masyarakat internasional untuk menekan pemerintah Zionis Israel agar mereka segera dibebaskan.
Tentara Israel melancarkan operasi udara mendadak di Jalur Gaza pada 18 Maret, menewaskan 855 orang, melukai hampir 1.900 lainnya, dan menghancurkan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan yang berlaku pada Januari.