Ketua Timwas Haji Temukan Fasilitas Tak Layak Saat Sidak Hotel di Makkah

4 hours ago 8

INFO TEMPO - Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menemukan sejumlah masalah krusial terkait kelayakan fasilitas saat melakukan sidak ke Hotel Buruz Hidayah, Makkah. Temuan itu ia dapatkan lewat inspeksi mendadak (sidak) ke pemondokan jemaah haji Indonesia di hotel tersebut pada Rabu, 20 Mei 2026.

Fasilitas yang menjadi sorotan Cucun antara lain kamar yang tergenang air, kerusakan lift, serta terbatasnya fasilitas wudu dan area untuk menjemur pakaian. Cucun mengatakan bahwa Hotel Buruz Hidayah sudah masuk dalam bursa catatan khusus Timwas sejak awal karena lokasinya cukup jauh dari Masjidil Haram dan jarang digunakan, sehingga banyak fasilitas di hotel tersebut dinilai kurang memadai.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Pada awal kedatangan, lift di Tower 4 bermasalah. Kemudian masalah desain kamar mandi yang rata dengan lantai luar sehingga airnya meluber membasahi karpet kamar. Apalagi satu kamar diisi lima orang. Lama-kelamaan karpet menjadi bau dan mengganggu kenyamanan jemaah," kata Cucun.

Wakil Ketua DPR itu juga menyoroti minimnya fasilitas wudu yang memadai di dekat musala hotel, seperti yang ditemukan di Tower 6. Kondisi tersebut membuat jemaah terpaksa mengangkat kaki menggunakan wastafel cuci tangan untuk berwudu.

Selain itu, ketiadaan area khusus untuk mencuci dan menjemur pakaian bagi 1.800 jemaah di satu tower juga menjadi masalah, mengingat adanya larangan menjemur di atap (rooftop) maupun rubanah (basement). "Sebelum memutuskan hotel mana yang akan dipakai ke depannya, sarana pendukungnya wajib dipastikan. Musalanya, tempat wudu, tempat cuci, hingga tempat jemuran harus memadai," kata dia.

Untuk mencegah berulangnya masalah akomodasi yang trial and error setiap tahunnya, Cucun mendesak pemerintah untuk mengubah sistem sewa pemondokan. Ia mengusulkan agar hotel-hotel yang sudah terbukti bagus pelayanannya dan dekat dengan Masjidil Haram dikontrak dalam jangka panjang.

"Kita punya pengalaman menyewa di Bakhutmah atau Jarwal yang lokasinya bagus, tetapi tahun selanjutnya dilepas lagi. Nanti kami di DPR akan mencari solusi bagaimana caranya agar hotel yang sudah terbukti bagus bisa kita booking tidak hanya untuk satu tahun, melainkan dikontrak jangka panjang, misalnya 5 atau 10 tahun," ujarnya.

Meski memberikan catatan tebal pada aspek akomodasi, Timwas Haji DPR RI turut memberikan apresiasi tinggi terhadap perbaikan kualitas konsumsi jemaah tahun ini. Cucun menilai nasi yang disajikan tidak lagi keras dan lauk-pauknya dimasak dengan bumbu khas Nusantara yang cocok dengan lidah jemaah Indonesia.

Ihwal jarak Hotel Buruz Hidayah yang jauh, Cucun memastikan bahwa kompensasi berupa bus selawat rute langsung (direct) tanpa transit telah berjalan sesuai komitmen.

"Mengingat Buruz Hidayah telanjur disewa, kompensasinya adalah transportasi harus direct. Tidak boleh ada transit di Bakhutmah atau Aziziah. Alhamdulillah, rutenya murni langsung ke Terminal Jabal Ka'bah yang akses jalannya tidak terlalu jauh ke Masjidil Haram," ucapnya.

Read Entire Article
Parenting |