Kondisi yang Membuat Bayi Harus Minum Sufor, Jangan Panik Dulu Sahabat Fimela!

2 months ago 44

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sangat dianjurkan untuk bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. ASI mengandung nutrisi lengkap dan antibodi penting untuk tumbuh kembang bayi. Namun, ada beberapa kondisi medis dan situasi tertentu yang membuat bayi harus minum susu formula (sufor) sebagai pengganti atau pelengkap ASI. Penting untuk diingat bahwa keputusan pemberian sufor harus selalu berdasarkan saran dan rekomendasi dokter atau tenaga kesehatan.

Lantas, apa saja kondisi yang membuat bayi harus minum sufor? Kondisi ini bisa berasal dari masalah kesehatan yang dialami bayi, kondisi medis yang dialami ibu, atau situasi tertentu yang membuat pemberian ASI tidak memungkinkan. Berikut adalah beberapa kondisi yang perlu Sahabat Fimela ketahui:

Yuk, simak selengkapnya agar Sahabat Fimela tidak panik dan bisa mengambil keputusan yang tepat demi kesehatan dan kebaikan si kecil!

Kondisi Medis pada Bayi yang Membutuhkan Sufor

Beberapa kondisi medis pada bayi dapat menghambat kemampuan mereka untuk mencerna ASI atau mendapatkan nutrisi yang cukup dari ASI. Dalam kasus ini, susu formula khusus mungkin diperlukan. Contohnya adalah:

  • Galaktosemia: Bayi dengan galaktosemia tidak dapat memproses galaktosa, gula yang ditemukan dalam ASI dan susu formula biasa. Mereka membutuhkan susu formula berbasis kedelai atau susu formula bebas laktosa.
  • Penyakit Maple Syrup Urine: Kondisi ini menyebabkan tubuh bayi tidak dapat memproses asam amino dengan sempurna. Susu formula khusus mungkin diperlukan untuk membantu mengelola kondisi ini.
  • Alergi Protein Susu Sapi (APSS): Bayi dengan APSS mengalami reaksi alergi terhadap protein dalam susu sapi yang terkandung dalam ASI ibu yang mengonsumsi produk susu sapi. Mereka membutuhkan susu formula hipoalergenik dengan protein susu yang telah dipecah.

Selain itu, ada pula kondisi medis lain seperti Fenilketonuria, Prematuritas, Hipoglikemia, dan Kelainan Bawaan yang membuat bayi membutuhkan sufor. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat.

Kondisi Medis pada Ibu yang Mempengaruhi Pemberian ASI

Kesehatan ibu juga memainkan peran penting dalam kemampuan memberikan ASI. Beberapa kondisi medis pada ibu dapat membuat pemberian ASI tidak aman atau tidak memungkinkan. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • HIV Positif: Ibu dengan HIV positif tidak dianjurkan memberikan ASI karena virus dapat menular melalui ASI.
  • Pengobatan Kemoterapi: Obat-obatan kemoterapi dapat masuk ke dalam ASI dan membahayakan bayi.
  • Kondisi Medis Berat: Ibu dengan kondisi medis berat seperti psikosis, sepsis, atau perdarahan hebat pasca melahirkan mungkin tidak mampu memberikan ASI.

Selain itu, ibu yang menyalahgunakan narkoba, alkohol, atau merokok berat juga tidak dianjurkan memberikan ASI karena zat-zat berbahaya dapat masuk ke dalam ASI dan membahayakan bayi.

Situasi Lain yang Membuat Bayi Membutuhkan Sufor

Selain kondisi medis, ada beberapa situasi lain yang dapat membuat bayi membutuhkan sufor, seperti:

  • Dehidrasi: Bayi yang mengalami dehidrasi mungkin memerlukan sufor untuk membantu rehidrasi.
  • Penurunan Berat Badan: Penurunan berat badan bayi yang signifikan juga merupakan indikasi untuk memberikan sufor.
  • Pemisahan Ibu dan Bayi: Jika ibu dan bayi terpisah karena alasan tertentu, sufor dapat digunakan sementara sampai ASI kembali tersedia.

Sahabat Fimela, penting untuk diingat bahwa ASI tetap merupakan nutrisi terbaik untuk bayi. Pemberian sufor hanya direkomendasikan dalam kondisi-kondisi khusus yang telah disebutkan di atas dan atas saran dokter. Konsultasikan selalu dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk menentukan jenis susu formula yang tepat dan cara pemberiannya yang sesuai dengan kondisi bayi dan ibu. Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat menggantikan konsultasi medis profesional.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Parenting |