Isi Piringku Balita sebagai Panduan Gizi Seimbang untuk Tumbuh Kembang Optimal

1 day ago 4

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, pentingnya gizi seimbang bagi balita tidak bisa diabaikan. Program "Isi Piringku" dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia hadir untuk memberikan panduan gizi yang tepat bagi anak usia 2-5 tahun. Konsep ini menggantikan panduan sebelumnya, "4 sehat 5 sempurna", dan lebih fokus pada porsi serta keragaman makanan yang harus dikonsumsi setiap kali makan.

Dengan "Isi Piringku", orang tua dapat memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. Program ini juga bertujuan untuk mencegah masalah gizi seperti stunting yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

Melalui panduan ini, Kementerian Kesehatan mengedukasi orang tua tentang komposisi makanan yang ideal untuk balita. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai isi piringku balita dan komponen penting yang harus ada di dalamnya.

Konsep Dasar "Isi Piringku" untuk Balita

"Isi Piringku" adalah pedoman gizi seimbang yang diperkenalkan sejak tahun 2017. Konsep ini menekankan pentingnya kombinasi makanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Berikut adalah komposisi umum dari "Isi Piringku":

  • 50% buah dan sayur
  • 50% karbohidrat dan protein

Pembagian lebih lanjut dari 50% karbohidrat dan protein adalah sepertiga lauk dan dua pertiga karbohidrat. Dengan mengikuti panduan ini, orang tua dapat memberikan makanan yang bervariasi dan bergizi bagi anak-anak mereka.

Komponen Makanan untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Pada usia 2-5 tahun, balita dapat mulai mengonsumsi makanan keluarga yang diolah sesuai dengan kemampuan mengunyah mereka. Berikut adalah komponen makanan yang harus ada dalam menu harian balita:

  • Makanan Pokok: Seperti nasi, kentang, singkong, jagung, sagu, dan ubi.
  • Lauk Hewani: Sumber protein seperti daging sapi, ayam, ikan, dan telur.
  • Lauk Nabati: Tahu, tempe, dan produk olahannya yang kaya protein nabati.
  • Lemak/Minyak: Untuk tambahan kalori dalam makanan.
  • Sayur/Buah: Seperti sawi, bayam, pepaya, dan jeruk untuk melengkapi nutrisi.

Balita membutuhkan sekitar 400 gram buah dalam sehari, yang setara dengan 2 potong pepaya atau melon besar, 2 buah pisang, atau 1,5 buah mangga. Selain itu, mereka juga memerlukan sekitar 100 gram protein nabati setiap harinya.

Frekuensi Pemberian Makan yang Tepat

Frekuensi pemberian makan untuk balita usia 3-5 tahun sebaiknya terdiri dari 3-4 kali makanan utama dan 1-2 kali makanan selingan. Dengan pola makan yang teratur, anak akan lebih mudah mendapatkan asupan gizi yang seimbang.

Penting untuk memperhatikan kebersihan saat menyiapkan makanan dan memberikan cairan yang cukup, sekitar 5-7 gelas belimbing per hari. Dengan menerapkan prinsip "Isi Piringku", kita dapat membantu mengurangi angka stunting dan memastikan anak tumbuh dengan sehat.

Tujuan Penerapan "Isi Piringku" untuk Balita

Penerapan "Isi Piringku" pada balita sangat penting untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. Pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini, terutama pada lima tahun pertama kehidupan, merupakan indikator penting status gizi dan kesehatan masyarakat. Dengan memberikan asupan yang tepat, kita berkontribusi pada pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Parenting |