ringkasan
- Stres pengasuhan meningkat signifikan di era modern, dengan hampir separuh orang tua di AS melaporkan stres luar biasa setiap hari.
- Faktor-faktor seperti tekanan finansial, tuntutan waktu, pengaruh media sosial, dan krisis kesehatan mental anak memperparah kondisi parenting stress.
- Stres pengasuhan berdampak negatif pada kesejahteraan orang tua dan perkembangan anak, serta diperparah oleh isolasi sosial dan ekspektasi perfeksionisme.
Fimela.com, Jakarta Stres pengasuhan atau parenting stress yang kini menjadi sorotan utama, terutama di tengah hiruk pikuk kehidupan modern. Fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh sebagian kecil individu, melainkan telah menjadi masalah signifikan yang diperparah oleh berbagai tuntutan kontemporer. Dilansir dari berbagai sumber, para ahli dan praktisi kesehatan mental menyoroti peningkatan drastis tingkat stres yang dialami orang tua saat ini.
Di Amerika Serikat, misalnya, data menunjukkan bahwa hampir separuh orang tua merasakan tingkat stres yang luar biasa setiap hari, jauh lebih tinggi dibandingkan non-orang tua. Bahkan, 41% orang tua melaporkan stres yang begitu parah hingga mengganggu fungsi sehari-hari mereka. Ini menunjukkan betapa mendesaknya perhatian terhadap isu parenting stress a significant issue ini.
Lantas, apa saja yang menyebabkan parenting stress begitu merajalela di era sekarang? Berbagai faktor saling berkaitan, mulai dari tekanan ekonomi hingga ekspektasi sosial yang tidak realistis. Mari kita selami lebih dalam penyebab dan dampak dari tekanan pengasuhan yang kian memberat ini, Sahabat Fimela.
Tekanan Finansial dan Tuntutan Waktu: Beban Ganda Orang Tua Modern
Salah satu pemicu utama parenting stress a significant issue adalah tekanan finansial yang kian meningkat. Kekhawatiran terkait uang menjadi beban utama bagi 66% orang tua, jauh melampaui orang dewasa tanpa anak. Biaya hidup yang terus merangkak naik, ditambah dengan kenaikan biaya penitipan anak hingga 26% dalam satu dekade terakhir, semakin memberatkan pundak para orang tua.
Survei Pew Research Center pada tahun 2022 bahkan mengungkapkan bahwa seperempat orang tua kesulitan menyediakan makanan yang cukup atau membayar sewa/hipotek. Kondisi ekonomi yang tidak menentu ini memaksa orang tua bekerja lebih keras dan lebih lama, namun di sisi lain, tuntutan waktu untuk anak juga meningkat drastis.
Data menunjukkan bahwa jam kerja ibu meningkat 28% dan ayah 4% antara tahun 1985 hingga 2022. Ironisnya, waktu yang dihabiskan untuk merawat anak secara langsung juga melonjak, yaitu 40% untuk ibu dan 154% untuk ayah. Beban ganda ini, terutama bagi ibu yang masih memikul sebagian besar pekerjaan rumah tangga tak berbayar, menciptakan lingkaran stres yang sulit diputus.
Media Sosial dan Krisis Kesehatan Mental Anak: Ekspektasi Tak Realistis
Di era digital ini, media sosial turut memperparah parenting stress a significant issue melalui "budaya perbandingan". Influencer dan tren online kerap menciptakan ekspektasi pengasuhan yang tidak realistis, membuat orang tua merasa tidak cukup baik. Studi mengaitkan perbandingan di media sosial dengan tingkat depresi ibu yang lebih tinggi, peningkatan kortisol, serta kecemburuan dan kecemasan.
Hampir 70% orang tua setuju bahwa pengasuhan kini lebih sulit dibandingkan 20 tahun lalu, dengan penggunaan teknologi dan media sosial oleh anak-anak sebagai alasan utamanya. Selain itu, kekhawatiran akan kesehatan mental anak menjadi beban pikiran yang signifikan bagi orang tua. Empat dari sepuluh orang tua di AS sangat khawatir anak mereka akan berjuang dengan kecemasan atau depresi.
Ancaman keamanan anak, seperti cedera terkait senjata api yang menjadi penyebab kematian utama pada anak dan remaja di AS, juga menambah lapisan stres. Kekhawatiran akan penembakan di sekolah, misalnya, menimbulkan kecemasan mendalam bagi orang tua. Semua faktor ini berkumpul, menciptakan lingkungan yang penuh tekanan bagi mereka yang sedang mengasuh.
Isolasi Sosial dan Ekspektasi Perfeksionisme: Sendiri dalam Tuntutan
Meskipun dunia terasa semakin terhubung, isolasi dan kesepian justru menjadi faktor penting yang memperparah parenting stress issue. Koneksi sosial seharusnya menjadi "penyangga stres", namun banyak orang tua modern merasa terputus dari dukungan komunitas. Survei tahun 2021 menunjukkan 65% orang tua, dan 77% orang tua tunggal, mengalami kesepian, lebih tinggi dari non-orang tua.
Selain itu, ideologi pengasuhan intensif yang menekankan pencapaian anak sejak dini juga berkontribusi pada stres. Ada tekanan besar untuk menjadi orang tua yang "sempurna", yang seringkali membuat orang tua menjadi terlalu mengontrol atau perfeksionis. Paradigma ini, alih-alih mengurangi stres, justru menambah beban mental dan emosional.
Budaya yang kurang menghargai peran pengasuhan juga memperburuk kondisi ini. Pengasuhan sering digambarkan sebagai pekerjaan yang kurang penting dan kurang dihargai, padahal dampaknya sangat fundamental bagi masyarakat. Kurangnya dukungan sistemik dan pengakuan sosial ini membuat orang tua merasa sendirian dalam menghadapi tantangan berat ini.
Dampak Luas Parenting Stress pada Kesejahteraan Keluarga
Ketika parenting stress a significant issue menjadi parah atau berkepanjangan, dampaknya bisa sangat merusak. Sebanyak 41% orang tua merasa stres mereka begitu luar biasa sehingga tidak dapat berfungsi, dan 48% melaporkan stres yang benar-benar membanjiri mereka. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan mental orang tua, tetapi juga berdampak langsung pada iklim emosional di rumah.
Kesehatan mental orang tua sangat memengaruhi responsivitas dan konsistensi pengasuhan, yang merupakan kunci bagi perkembangan emosional dan kognitif anak. Anak-anak yang orang tuanya memiliki masalah kesehatan mental berisiko lebih tinggi mengalami gejala depresi dan kecemasan, serta onset yang lebih awal dan gangguan fungsional yang berkepanjangan.
Ahli Bedah Umum AS, Dr. Vivek Murthy, melihat kondisi stres orang tua saat ini sebagai akibat dari kekurangan budaya, sosial, teknologi, dan politik yang secara kolektif merendahkan pengasuhan. Ini menunjukkan bahwa parenting stress issue bukan hanya masalah individu, melainkan isu kesehatan publik yang memerlukan perhatian dan solusi komprehensif dari berbagai pihak.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.