PELAKU teror bom di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 mengaku tidak menyangka perbuatannya akan menarik perhatian publik dan menimbulkan kehebohan. Polisi menyebut pelaku melakukan aksi tersebut karena kesal terhadap pihak sekolah di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Dari pemeriksaan kembali, sebenarnya tersangka tidak menyadari bahwa perbuatannya akan menjadi seheboh ini," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Selatan Ajun Komisaris Joko Adi kepada wartawan, Rabu, 15 Juli 2026.
Joko membenarkan bahwa tersangka merupakan wali murid di SDN Srengseng Sawah 15. Dalam pemeriksaan, pelaku juga mengaku menyesali perbuatannya.
Sebelum mengirim ancaman tersebut, pelaku mengaku kesal terhadap salah seorang pihak sekolah. "Tersangka itu merasa kesal pada salah satu pihak sekolah sehingga melampiaskan dengan perbuatan ini," ujar Joko.
Menurut Joko, kekesalan pelaku berkaitan dengan persoalan seragam sekolah. "Beberapa hari sebelum kejadian, pernah ada komunikasi dengan pihak sekolah yang membicarakan masalah seragam sekolah. Namun, respons yang diterima tersangka dirasakan tidak baik," katanya.
Teror bom itu terjadi pada hari pertama masuk sekolah, Senin pagi, 13 Juli 2026. Polisi menangkap pelaku pada hari yang sama dan membawanya ke Markas Polres Metro Jakarta Selatan.
Pelaku berinisial MY, 34 tahun, merupakan warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi sekolah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan pelaku mengirim pesan berisi ancaman bom kepada seorang guru dan staf tata usaha sekolah. "Siswa dan guru telah dievakuasi sebagai langkah keselamatan," kata Budi.
Sebelumnya, dugaan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 viral di media sosial. Akun Instagram @depok24jammengunggah potongan video yang memperlihatkan situasi sekolah setelah menerima ancaman tersebut.
Dalam narasi unggahan itu disebutkan, ancaman bom dikirim melalui pesan WhatsApp oleh orang tak dikenal kepada pihak sekolah. Pelaku mengirim dua pesan yang berisi ancaman telah meletakkan bom di 11 titik di area sekolah.

















































