Prabowo Hadiri Groundbreaking Blok Masela Secara Virtual

3 hours ago 3

PRESIDEN Prabowo Subianto menghadiri peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek Lapangan Abadi Masela atau Blok Masela secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 Juli 2026. Proyek Strategis Nasional (PSN) gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Abadi Masela ini berlokasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung, tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat, terpaksa saya hadir melalui video conference ini, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian," ucap Prabowo dari kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis.

Adapun Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan groundbreaking ini menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia. “Sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kawasan timur Indonesia,” ujar Prasetyo dalam keterangannya pada Kamis.

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar US$ 20,9 miliar. Proyek ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan proyek ini akan memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar sekitar US$ 137,7 miliar hingga tahun 2055.

Selain itu, proyek ini diprediksikan meningkatkan pendapatan negara dan daerah, menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung pada masa konstruksi, serta memberikan dampak terhadap penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran, khususnya di Provinsi Maluku.

Adapun LNG Abadi Masela juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi carbon capture and storage (CCS) sejak tahap pengembangan.

“Setelah melalui proses pengembangan selama hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pada tahun 1998, proyek ini akhirnya memasuki tahap konstruksi,” tutur Prasetyo.

Hingga awal Juli 2026, progres front end engineering design (FEED) telah mencapai 79,56 persen, melampaui target yang direncanakan. Sementara itu, berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan sesuai jadwal menuju final investment decision (FID) pada akhir tahun 2026.

Read Entire Article
Parenting |