Pimpinan BGN Dirombak, Istana Minta Nanik Segera Konsolidasi

2 hours ago 5

ISTANA Kepresidenan meminta tiga petinggi baru Badan Gizi Nasional untuk segera melakukan konsolidasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Presiden Prabowo Subianto baru saja merombak susunan pimpinan BGN—lembaga yang mengurus proyek andalannya, makan bergizi gratis alias MBG, pada Selasa, 2 Juni 2026.

Berdasarkan keputusan Prabowo, posisi Kepala BGN kini dijabat oleh Nanik Sudaryati Deyang, dengan didampingi oleh Agustina Arumsari serta Mayor Jenderal TNI Trenggono selaku wakilnya. Sementara tiga pejabat yang meninggalkan posisi pucuk pimpinan BGN adalah Dadan Hindayana, Inspektur Jenderal (Purn) Sony Sanjaya, dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga,” ucap Prasetyo dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026, sebagaimana disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.

Selain itu, pemerintah juga meminta ketiga pemimpin BGN untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, hingga memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya.

Politikus Partai Gerindra ini berharap, kepemimpinan BGN yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program prioritas Prabowo hingga memperbaiki kinerja dan meningkatkan tata kelola organisasi BGN. “Serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” tutur Prasetyo.

Di sisi lain, Prasetyo memastikan bahwa proyek BGN akan tetap berjalan sebagaimana mestinya meski evaluasi terus dilakukan pemerintah. Prasetyo menyampaikan, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali. Sementara itu, setiap unit kerja di BGN diminta tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.

“Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional,” kata dia.

Adapun Prasetyo mengatakan keputusan Presiden Prabowo merombak struktur pimpinan Badan Gizi Nasional didasarkan pada hasil pemantauan dan evaluasi selama 1,5 tahun terakhir. Menurut Prasetyo, Prabowo sehari-hari melakukan pemantauan hingga evaluasi terhadap seluruh kinerja Kabinet Merah Putih, termasuk kinerja Badan Gizi Nasional. Dalam proses evaluasi itu, Prabowo mendapat masukan dari berbagai pihak, seperti kementerian-kementerian maupun masyarakat selaku penerima manfaat proyek MBG.

Prasetyo berujar, ada sejumlah catatan terkait dengan kinerja BGN yang menjadi pertimbangan Kepala Negara. Salah satunya berkaitan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur alias SOP.

“Lalu ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini berujar, pergantian pimpinan BGN diharapkan dapat memperbaiki catatan-catatan di atas. Ia mengingatkan bahwa Badan Gizi Nasional memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat. Maka dari itu, BGN dituntut memiliki tata kelola yang kuat hingga koordinasi lintas sektor yang efektif.

"Serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas," kata Prasetyo.

Read Entire Article
Parenting |