4 Tips Mengatasi Perasaan Burnout sebagai Ibu Rumah Tangga

2 weeks ago 33

Fimela.com, Jakarta Ibu rumah tangga memang memiliki tanggung jawab besar yang membutuhkan persiapan panjang. Tentunya, perasaan burnout seringkali dialami oleh para Ibu. Beban yang tak kunjung usai, dari bangun tidur sampai ingin istirahat tidak memberikan waktu bagi Ibu untuk bisa sendirian. Ini dia yang bisa memicu kelelahan fisik dan mental yang cukup serius.

Burnout bukan sekadar kelelahan biasa, melainkan kondisi di mana seseorang merasa kehabisan energi, kehilangan motivasi, dan merasa lelah dengan segala sesuatu. Beban ini dapat terasa sangat berat, terutama jika kita tidak memiliki waktu untuk beristirahat atau melakukan kegiatan yang kita sukai. Selain itu, kurangnya pengakuan atas pekerjaan yang kita lakukan juga dapat memicu perasaan tidak puas dan frustasi.

World Health Organization (WHO) mengakui sindrom burnout dalam Klasifikasi Penyakit Internasional adalah suatu kondisi dengan beberapa gejala kesehatan, seperti kelelahan, perubahan kebiasaan tidur, dan penggunaan obat-obatan terlarang, serta ditandai dengan penipisan energi, jarak mental, atau sinisme yang terkait dengan pekerjaan seseorang dan berkurangnya efektivitas. Lantas, bagaimanakah tips untuk para Ibu mengatasi burnout?

Tips Burnout Para Ibu

1. Memahami Makna dari yang Sedang Dijalani

Penting sekali bagi para Ibu untuk mengerti apa yang sebenarnya membuat kita merasa terbebani. Cara ini bisa menjadi  langkah pertama dalam mengatasi burnout. Cobalah mengidentifikasi berbagai sumber stres. Mulai dari tuntutan pekerjaan, ekspektasi sosial, atau masalah dalam keluarga. Cara ini bisa membantu Moms mencari solusi yang tepat dengan ketenangan

Memahami akar masalah membantu memberikan fokus yang lebih untuk mencari solusi. Selain itu, memahami makna dari apa yang sedang kita jalani juga dapat memberikan kita perspektif yang luas untuk kemudian membuat kita menghargai hal-hal kecil dalam hidup dan mencari kebahagiaan yang sederhana.

2. Bicarakan Masalah

Selain memahami kehidupan, jangan pernah ragu untuk berbagi perasaan dengan orang-orang terdekat untuk membuka diri tentang perasaan burnout yang dimiliki. Cobalah dan Ibu akan merasakan lega dengan dukungan sekitar. Karena Mendapatkan dukungan sosial secara psikologis tentu membantu mengurangi stres serta memungkinkan menemukan solusi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

3. Membuat Perubahan Kecil

Terkadang, mengusahakan perubahan besar bisa memberatkan kita dan justru terasa sulit dilakukan. Mulailah dengan membuat perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, luangkan waktu 15 menit setiap hari untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan dan menenangkan. Dengan mendapatkan capaian sederhana, bisa membangkitkan motivasi untuk melakukan perubahan yang lebih besar. 

Hadirkan Kebahagiaan yang Menenangkan

4. Meyakinkan Diri Burnout Bisa Diatasi

Solusi apapun yang dijalani, kondisi burnout memang membutuhkan keyakinan penuh dari diri masing-masing. Yakinlah burnout dapat diatasi. Dengan upaya terbaik serta dukungan yang tepat, kita bisa kembali merasa lebih baik dan menjalani kembali apa yang bisa kita lakykan. Istirahat dieperlukan dan tidak masalah jika merasa lelah. 

Dengan berbagai bantuan, perlahan cobalah untuk menyusun jadwal realistis. Ingat, tidak perlu melakukan semuanya sendirian. Jadikan berbagai momen, menjadi cara pengembangan pada diri, dari hal sederhana seperti mencari kedamaian, mencari cara yang tenang menghadapi berbagai hal.

Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai, seperti membaca, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama orang-orang. Krena, faktanya, dengan merawat kesehatan fisik dan mental, Ibu akan memiliki energi yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan sehari-hari.

Penulis: Nadya Aufia

#Unlocking the Limitless

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Parenting |